BANJARBARU, Kalimantanpost.com – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Banjarbaru sejak akhir Desember 2025 hingga kini masih belum sepenuhnya surut.
Genangan air dilaporkan mulai masuk ke rumah warga sejak 28 Desember 2025, dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa.
Salah satu warga terdampak, Mahrita, mengatakan air masih menggenangi rumahnya hingga saat ini. Meski demikian, ia memilih tetap bertahan karena kondisi air dinilai masih memungkinkan.
“Air masuk sejak 28 Desember sampai sekarang. Tingginya sekitar lutut orang dewasa. Kami masih bertahan di rumah karena air belum terlalu tinggi dan tergantung curah hujan. Kalau panas, air biasanya cepat turun,” ujar Mahrita.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Mahrita dan keluarganya membuat dapur darurat secara mandiri. Ia juga mengaku telah menerima bantuan sembako dari relawan dan pihak terkait.
“Alhamdulillah sudah dapat bantuan sembako, mulai dari sayur, gula, sampai sarden. Tidur juga di atas dipan yang kami buat darurat supaya tidak kena air,” jelasnya.
Sementara itu, Relawan Siaga Bencana Kota Banjarbaru, Hendra, menjelaskan pemerintah kota melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung bagi warga terdampak banjir.
“Saat ini sudah disediakan toilet darurat untuk kebutuhan MCK serta tandon air bersih untuk keperluan warga,” katanya.
Selain itu, pendistribusian air bersih terus dilakukan menggunakan mobil tangki milik Dinas PUPR. Air bersih tersebut disalurkan langsung ke titik-titik permukiman yang membutuhkan.
“Air bersih ini kami distribusikan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti memasak dan keperluan rumah tangga lainnya,” ujar Hendra saat ditemui di lokasi pengisian air.
Ia menambahkan, pendistribusian air bersih akan terus dilakukan selama masih ada warga yang membutuhkan. DPUPR juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan aparat setempat agar penyaluran air berjalan lancar dan tepat sasaran.
Pemerintah Kota Banjarbaru mengimbau masyarakat untuk menggunakan air bersih secara bijak serta segera melapor ke pihak kelurahan atau instansi terkait apabila masih mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Dengan adanya distribusi air bersih dan fasilitas darurat tersebut, diharapkan kebutuhan dasar warga terdampak banjir tetap terpenuhi dan aktivitas sehari-hari dapat terus berjalan.(dev/KPO-4)













