Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Hukum & Peristiwa

Baru Empat Jenazah Personel TNI AL Ditemukan, Turunkan Prajurit hingga Anjing Pelacak Cari Korban Longsor

×

Baru Empat Jenazah Personel TNI AL Ditemukan, Turunkan Prajurit hingga Anjing Pelacak Cari Korban Longsor

Sebarkan artikel ini
IMG 20260127 WA0015
Tim SAR gabungan dan TNI-Polri mengevakuasi korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026). (Antara)

JAKARTA, Kalimantanpost.com – Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut AL Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan pihaknya menerjunkan personel Marinir, anjing pelacak hingga drone untuk mencari 19 personel Marinir yang jadi korban longsor di Cisarua, Bandung Barat.

“Kami menerjunkan sebanyak 200 personel Marinir, dengan menggunakan teknologi drone, thermal dan anjing pelacak,” kata Tunggul di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Kalimantan Post

Tunggul mewakili jajaran TNI AL menyampaikan belasungkawa atas gugurnya empat prajurit korban longsor yang sebelumnya sudah ditemukan.

Dia memastikan TNI AL akan terus mencari prajurit lain yang menjadi korban longsor dan memenuhi seluruh hak-hak keluarga prajurit yang gugur.

“Kami memastikan bahwa seluruh hak almarhum dan keluarga akan dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta santunan maupun pendampingan akan terus diberikan,” jelas Tunggul.

Pada kesempatan sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali memastikan 23 personel Marinir menjadi korban bencana tanah longsor yang terjadi di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat.

“Terdapat 23 anggota Marinir yang tertimbun, longsor. Saat ini sudah diketemukan baru 4 personel dalam kondisi meninggal dunia dan yang lainnya belum ditemukan,” kata Laksamana Ali saat ditemui awak media di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (26/1).

Ali mengatakan prajurit Marinir itu berada di lokasi tersebut guna menggelar latihan untuk persiapan penugasan pengamanan wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini.

Saat para personel sedang melakukan latihan, lokasi tersebut kebetulan sedang diguyur hujan selama dua hari.

“Mungkin itu yang mengakibatkan terjadinya longsor dan itu menimpa penduduk satu desa dan kebetulan ada prajurit kita yang sedang berlatih di sana,” katanya.

Ali melanjutkan hingga saat ini jajaran TNI AL sedang mencari prajurit lainnya yang menjadi korban tanah longsor di Cisarua.

Baca Juga :  Lima Lembaga dan 20 Tokoh Tabalong Ajukan Amicus Curiae Terkait Perkara BOKAR di PN Banjarmasin

Pihaknya telah mengerahkan alat berat dan drone untuk mempercepat proses evakuasi korban. (Ant/KPO-3)

Iklan
Iklan