MARABAHAN, Kalimantanpost.com – Kabupaten Barito Kuala (Batola) kembali menjadi wilayah yang paling lama terendam banjir akibat luapan air kiriman dari daerah hulu Kalimantan Selatan. Kondisi ini mendorong Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. Achmad Maulana Tulun, turun langsung ke lapangan untuk menyerahkan bantuan kepada warga terdampak.
Secara pribadi, legislator dari Dapil Batola tersebut menyalurkan 300 paket sembako ke tiga desa yang terdampak cukup parah, yakni Desa Cahaya Baru, Desa Sampurna, dan Desa Bahandang di Kecamatan Jajangkit, Kabupaten Barito Kuala.
Achmad Maulana menegaskan, secara geografis Batola berada di wilayah hilir dan dataran rendah, sehingga kerap menjadi daerah “penampung terakhir” air kiriman dari wilayah hulu seperti Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah (HST), hingga Tapin.
“Batola ini berada di muara aliran air. Ketika hujan deras terjadi di daerah hulu, air akan turun dan tertahan di sini. Kondisinya semakin parah ketika bersamaan dengan pasang air laut, sehingga surutnya menjadi sangat lambat,” ujar Maulana, Rabu (14/1/2026).
Ia menambahkan, berdasarkan pengalaman banjir pada tahun-tahun sebelumnya, Batola hampir selalu terdampak di fase akhir banjir, namun justru mengalami genangan paling lama dibandingkan daerah lain di Kalsel.
“Inilah yang sering luput dari perhatian. Ketika daerah lain mulai surut, Batola justru masih terendam. Karena itu, pemerintah harus memberi perhatian serius dan tidak setengah-setengah,” tegasnya.
Maulana juga secara khusus meminta BPBD dan pemerintah daerah agar turun langsung meninjau kondisi warga di lapangan. Menurutnya, penanganan banjir tidak cukup hanya berdasarkan laporan administrasi, melainkan perlu melihat langsung penderitaan masyarakat.
Bantuan sembako tersebut disalurkan melalui para pembakal setempat, yakni Pembakal Cahaya Baru Imberan, Pembakal Sampurna Mukhtar, dan Pembakal Bahandang Supiani, untuk kemudian dibagikan kepada warga yang benar-benar terdampak.
Sementara itu, Mukhtar, Pembakal Desa Sampurna, mengaku sangat bersyukur atas kepedulian yang diberikan oleh Achmad Maulana kepada warganya.
“Kami sangat berterima kasih. Kondisi banjir di Batola cukup parah dan banyak warga yang benar-benar terdampak. Kami berharap pemerintah daerah dan provinsi bisa turun langsung melihat kondisi di desa-desa,” ujarnya.
Jika ingin versi lebih menohok, lebih singkat, atau gaya headline nasional, saya bisa siapkan alternatif judul dan lead-nya.
Ia juga berharap agar Batola tidak terus menjadi korban banjir tahunan tanpa adanya solusi jangka panjang yang nyata dan berkelanjutan. (fin/KPO-1)














