BANJARBARU, Kalimantanpost.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem, khususnya ancaman banjir yang dipicu tingginya curah hujan dan angin kencang.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD, Kota Banjarbaru, Zaini Syahranie melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Banjarbaru, Harun Ar-Rasyid mengatakan, peningkatan debit air di sejumlah wilayah menjadi fokus utama pengawasan saat ini.
Selain banjir, potensi bencana lain seperti longsor juga tetap menjadi perhatian.
“BPBD Banjarbaru telah melakukan berbagai tahapan persiapan dan kesiapsiagaan, termasuk pemetaan wilayah rawan bencana berdasarkan dokumen kajian risiko bencana,” ujar Harun.
Menurutnya, kajian tersebut mencakup analisis bahaya, kerentanan, kapasitas, serta risiko multi-bencana yang menjadi dasar penyusunan langkah antisipasi dan penanganan di lapangan.
Sebagai upaya mitigasi, BPBD telah melakukan asesmen di titik-titik rawan banjir, termasuk pendataan potensi dampak terhadap warga, rumah, dan fasilitas umum.
BPBD juga memastikan kesiapan logistik berupa bahan makanan siap pakai dan peralatan pendukung kebencanaan.
“Peralatan yang disiagakan antara lain unit rescue, kendaraan angkutan serbaguna, tangki air bersih, serta perahu portable dan perahu karet bermesin,” jelasnya.
Dari sisi personel, BPBD Banjarbaru menyiagakan 23 personel Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) yang terbagi dalam dua regu dan bertugas secara bergiliran selama 24 jam.
Koordinasi lintas sektor terus dilakukan baik secara vertikal maupun horizontal. BPBD aktif berkoordinasi dengan BNPB Provinsi Kalimantan Selatan, Basarnas, BMKG, TNI, Polri, instansi pemerintah daerah, serta relawan kebencanaan.
Selain itu, sistem peringatan dini banjir atau Early Warning System (EWS) telah dipasang di Kelurahan Cempaka dan Kelurahan Kemuning sebagai upaya deteksi awal potensi banjir.
Terkait ketersediaan logistik, Harun memastikan stok masih dalam kondisi cukup dan berstatus siaga. Namun, apabila status bencana meningkat menjadi tanggap darurat, pemerintah daerah telah menyiapkan langkah lanjutan sesuai mekanisme yang berlaku.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi kebencanaan, serta mempersiapkan langkah evakuasi jika diperlukan.(dev/KPO-4)














