Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
BanjarmasinEkonomi

Bukan Sekadar Warung: STMJ Babe Jadi Benteng Kenakalan Remaja di Jalan Perdagangan

×

Bukan Sekadar Warung: STMJ Babe Jadi Benteng Kenakalan Remaja di Jalan Perdagangan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260117 WA0098

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Setiap malam, aroma jahe dan susu hangat menguar dari sebuah warung sederhana di Jalan Perdagangan. Lampu temaram menerangi bangku-bangku kayu yang tak pernah benar-benar kosong. Di sanalah Warung STMJ Babe berdiri—bukan sekadar tempat singgah, melainkan ruang aman bagi anak-anak muda yang memilih berkumpul secara positif.

Warung ini milik Sugeng Rianto, atau yang lebih akrab disapa Babe. Dengan senyum ramah dan sapaan khas, Babe menyambut siapa saja tanpa sekat. Ia percaya, kehangatan bukan hanya soal minuman, tapi juga cara memperlakukan orang—terutama generasi muda.

Kalimantan Post

Setiap malam, anak-anak muda datang dengan cerita mereka masing-masing. Ada yang baru pulang kerja, ada pula mahasiswa dan pelajar yang sekadar ingin melepas penat. Obrolan mengalir tentang keseharian, rencana masa depan, hingga hal-hal kecil yang sering luput dari perhatian orang dewasa.

Di tengah maraknya pergaulan bebas dan godaan kenakalan remaja, warung ini menawarkan alternatif sederhana: nongkrong sehat, tanpa alkohol, tanpa keributan. Segelas STMJ menjadi alasan berkumpul, sementara kebersamaan menjadi perekat yang menjaga mereka tetap di jalur yang aman.

Babe tak jarang ikut duduk dan mendengar. Kadang memberi nasihat ringan, kadang hanya menjadi pendengar setia. “Yang penting mereka ada tempat,” ujarnya singkat. Baginya, menyediakan ruang aman jauh lebih berarti daripada melarang tanpa solusi.

Kehadiran Warung STMJ Babe perlahan diakui warga sekitar. Lingkungan yang sebelumnya kerap sepi di malam hari kini terasa lebih hidup, namun tetap tertib. Tidak ada musik keras, tidak ada keributan—yang ada hanya tawa dan percakapan yang bersahaja.

Beberapa anak muda mengaku warung ini membantu mereka menjauh dari kebiasaan buruk. Daripada keluyuran tanpa arah, mereka memilih duduk bersama, berbagi ide, bahkan merencanakan kegiatan positif. Dari diskusi kecil, tumbuh rasa saling menjaga.

Baca Juga :  Demi Kenyamanan Pengguna Jasa, Bandara Internasional Syamsudin Noor Terapkan Alur Penjemputan Baru

Warung ini juga menjadi ruang lintas generasi. Anak muda belajar menghormati yang lebih tua, sementara orang dewasa memahami dunia remaja tanpa prasangka. Di sinilah dialog terjadi secara alami—tanpa podium, tanpa ceramah.

Di tengah hiruk pikuk kota dan tekanan hidup, Warung STMJ Babe hadir sebagai jeda. Tempat sederhana yang membuktikan bahwa pencegahan kenakalan remaja tak selalu harus dengan cara besar dan formal; kadang cukup dengan secangkir minuman hangat dan telinga yang mau mendengar.

Ketika malam semakin larut dan bangku mulai kosong, Warung STMJ Babe tetap menyalakan lampunya. Ia bukan hanya warung, melainkan simbol kepedulian—bahwa dari sudut kecil Jalan Perdagangan, ada upaya sunyi menjaga masa depan generasi muda. (Sfr/KPO-1)

Iklan
Iklan