Pelaihari, KP – Kabupaten Tanah Laut terus diguyur hujan lebat dalam sepekan terakhir memicu alarm kewaspadaan tinggi. Tak ingin kecolongan oleh ancaman bencana hidrometeorologi, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) resmi menabuh genderang siaga. Status Siaga Darurat ditetapkan, menyusul instruksi langsung Bupati untuk memagari wilayah rawan, Sabtu (3/1/2026).
Melalui Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2025, Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, mengambil langkah ofensif. Ia memerintahkan seluruh mesin pemerintahan hingga level desa untuk berhenti bersantai dan segera memetakan titik pengungsian. “Jangan tunggu air naik, pemetaan harus tuntas sekarang,” tegasnya dalam poin edaran tersebut.
Dua kecamatan yang kerap menjadi “langganan” banjir, Bati-Bati dan Kurau, kini menjadi pusat perhatian. Di sana, posko-posko tempur mulai didirikan. Kepala Pelaksana BPBD Tala, Aspi, mengungkapkan bahwa personel gabungan sudah bersiaga penuh.
“Satu posko utama kami pusatkan di Kantor Kecamatan Bati-Bati dan satu Pos Lapangan (Poslap) di Kurau. Ini adalah kolaborasi total antara TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Damkar, hingga relawan yang siap siaga 24 jam,” ujar Aspi.
Menurutnya, jumlah posko ini masih bisa bertambah jika debit air terus merangkak naik. Berdasarkan “radar” BMKG, curah hujan sedang hingga lebat masih akan menghantam Tala hingga pertengahan bulan. Hal ini mendasari penetapan masa siaga selama 14 hari, terhitung sejak 2 hingga 15 Januari 2025.
Bupati Rahmat pun menitipkan pesan kuat bagi warganya melalui tiga mandat utama:
- Amankan Harta: Segera evakuasi surat berharga dan aset ke tempat tinggi sebelum terlambat.
- Wisata Ketat: Pengelola objek wisata dilarang lengah; evakuasi pengunjung saat cuaca mulai tak bersahabat adalah harga mati.
- Satu Komando: Masyarakat diminta tetap tenang, namun wajib tunduk pada instruksi petugas jika evakuasi harus dilakukan.
Pemerintah juga memastikan jalur komunikasi tetap terbuka lebar. Layanan Call Center Raza Lakas 112 disiagakan tanpa jeda. Warga bisa melaporkan situasi darurat atau kenaikan air secara cuma-cuma alias gratis pulsa.
Patroli gabungan terus menyisir wilayah-wilayah rawan. Di tengah guyuran hujan, para petugas ini menjadi garda terdepan untuk memastikan warga tetap aman di bawah bayang-bayang cuaca ekstrem. (rzk/K-6)














