Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Capai 319 Miliar Penanganan Sekolah Terdampak Banjir di Kalsel

×

Capai 319 Miliar Penanganan Sekolah Terdampak Banjir di Kalsel

Sebarkan artikel ini
banjir
Salah satu sekolah yang terendam banjir di Kabupaten Banjar yang mengharuskan dilakukan penerapan pembelajaran jarak jauh, Minggu (4/1/2026). (Antara/Repro Medcen Pemkab Banjar)

Banjarbaru, KP – Dampak banjir tidak hanya menyasar rumah warga.

Berbagai fasilitas publik juga alami kerusakan akibat banjir. Salah satunya adalah sekolah.

Kalimantan Post

Berdasarkan laporan sementara dari sekolah, jumlah satuan pendidikan yang terdampak banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel) mencapai 926 sekolah, dan terus diperbarui menjadi 986 sekolah secara real-time.

Pendataan dilakukan berbasis data lapangan berupa foto dan luasan area terdampak yang dikirimkan masing – masing sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, Galuh Tantri Narindra, mengatakan pihaknya telah mengajukan tambahan usulan berdasarkan hasil pendataan pascabencana.

Galuh Tantri menyebut, estimasi awal kebutuhan anggaran untuk penanganan sekolah terdampak banjir tersebut mencapai sekitar Rp319 miliar.

Namun, penetapan prioritas akhir masih menunggu verifikasi lapangan setelah kondisi banjir memungkinkan.

“Nanti setelah banjir surut, kami akan turun ke lapangan untuk melihat tingkat kerusakan secara langsung. Dari situ akan ditentukan skala prioritas berdasarkan kebutuhan dan tingkat kerusakan,” ujarnya.

Selain sekolah terdampak bencana, Kalimantan Selatan juga masih menghadapi kebutuhan perbaikan sarana pendidikan secara umum.

Berdasarkan database yang telah disusun, kebutuhan anggaran perbaikan fisik sekolah di tingkat provinsi diperkirakan mencapai Rp1,1 triliun.

“Bagaimanapun pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi itu tidak bisa berjalan sendiri dan kita sangat menyambut baik apa yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, sehingga nanti kita coba bersama-sama untuk menyelesaikan permasalahan khususnya untuk sarana prasarana pendidikan,” pungkasnya.

Kabupaten Banjar menjadi salah satu wilayah dengan sekolah terdampak cukup banyak.

Di daerah ini, genangan banjir dilaporkan masuk ke ruang kelas SMAN 3 Martapura dan SMAN 1 Mataraman, sementara halaman dan lapangan sekolah tergenang di SMAN 1 Aluh-Aluh, SMAN 1 Beruntung Baru, serta SMAN 1 Gambut.

Baca Juga :  Pergantian Sejumlah Pejabat Lingkup Kejati Kalsel

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Barito Kuala.

Sejumlah sekolah, seperti SMAN 1 Jejangkit, SMAN 1 Mandastana, dan SMAN 1 Anjir Muara, mengalami genangan banjir di area halaman dan lapangan sekolah.

Di Kota Banjarmasin, beberapa sekolah terdampak pada akses masuk dan halaman sekolah, di antaranya SMAN 13 Banjarmasin serta SMKS Muhammadiyah 1, 3, dan 4. Sementara di Banjarbaru, genangan tercatat di halaman SMKN 4 Banjarbaru.

Wilayah Hulu Sungai Utara juga terdampak. Akses menuju SMAN 1 Amuntai dilaporkan terendam banjir, bahkan SLB Negeri 1 Amuntai mengalami genangan hingga ke ruang kelas dan ruang guru. Kondisi tersebut turut memengaruhi rumah sejumlah siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

Sejumlah sekolah kejuruan turut terdampak, seperti SMKN 1 Daha Selatan di Hulu Sungai Selatan dan SMKN 1 Tapin Selatan yang mengalami genangan di akses jalan menuju sekolah. Bahkan, SMK NU Ma’arif dilaporkan mengalami dampak cukup parah karena air masuk ke ruang kelas, sehingga aktivitas belajar mengajar terhenti sementara.

Di Kabupaten Tanah Laut, banjir merendam ruang praktik SMK Harapan Bangsa. (mns/K-)

Iklan
Iklan