Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

Di Tengah Banjir, Disdag Kalsel Pastikan Stok Bahan Pokok Aman dan Harga Tetap Terkendali

×

Di Tengah Banjir, Disdag Kalsel Pastikan Stok Bahan Pokok Aman dan Harga Tetap Terkendali

Sebarkan artikel ini
IMG 20260114 WA0039 e1768383527374
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Sutikno. (Kalimantanpost.com/repro mc kalsel).

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com– Di tengah kepungan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan, Pemerintah Provinsi Kalsel memastikan perekonomian daerah serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat tetap berjalan.

Peran aktif Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalsel menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga di pasaran.

Kalimantan Post

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, melalui Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Sutikno menegaskan, secara umum aktivitas perdagangan di Kalsel masih berlangsung normal.

Meski demikian, di beberapa wilayah terdampak banjir, aktivitas pasar dan distribusi sempat mengalami gangguan.

“Pasar-pasar utama masih berjalan. Memang di daerah yang terendam banjir, aktivitas pasar terpaksa dihentikan karena kondisi tidak memungkinkan. Masyarakat pun dalam situasi tertentu tidak bisa memasak. Karena itu, kami memastikan pasar-pasar di wilayah penyangga dan sentra keramaian tetap berfungsi untuk saling mendukung,” ujar Sutikno, Selasa (13/1/2026).

Terkait ketersediaan bahan pokok, Disdag Kalsel memastikan stok masih dalam kondisi relatif aman dan mencukupi. Komoditas utama seperti beras, minyak goreng, telur, daging ayam, serta kebutuhan pokok lainnya tersedia di pasar-pasar yang tidak terdampak banjir.

“Masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan bahan pokok di wilayah yang pasarnya masih beroperasi,” tambahnya.

Untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu warga terdampak banjir, Disdag Kalsel juga menyiapkan langkah antisipatif melalui operasi pasar. Hingga menjelang Hari Raya Idulfitri, operasi pasar direncanakan digelar di 13 kabupaten/kota dengan pendekatan lokasi yang dekat dengan daerah terdampak banjir, khususnya di sekitar titik penampungan pengungsi.

“Operasi pasar tidak dilakukan di wilayah yang terendam, tetapi kami dekatkan ke lokasi penampungan agar mudah dijangkau masyarakat,” jelas Sutikno.

Dari sisi harga, sebagian besar bahan pokok terpantau stabil, bahkan beberapa komoditas mengalami penurunan hingga mendekati harga eceran tertinggi (HET).

Baca Juga :  Demi Kenyamanan Pengguna Jasa, Bandara Internasional Syamsudin Noor Terapkan Alur Penjemputan Baru

Namun demikian, pemerintah memberi perhatian khusus pada komoditas hortikultura seperti sayur-mayur, cabai segar, dan bawang merah yang cenderung mengalami kenaikan harga.

Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh kondisi banjir di daerah sentra produksi yang merupakan wilayah cekungan, serta faktor musiman pada akhir tahun hingga Januari yang kerap mengganggu siklus tanam.

“Setiap tahun pada Desember hingga Januari biasanya terjadi kenaikan harga cabai dan bawang karena faktor cuaca. Tahun ini kondisinya diperparah oleh banjir,” ungkapnya.

Banjir juga berdampak pada jalur distribusi, terutama akses darat menuju pasar desa dan kecamatan. Jika ketinggian air mencapai sekitar satu meter, distribusi terpaksa dihentikan dan pasar ditutup sementara.

Disdag Kalsel terus berkoordinasi lintas sektor untuk meminimalkan gangguan distribusi dan memastikan pasokan tetap bergerak dari pasar induk ke wilayah yang masih memungkinkan. Sebagai langkah pengamanan, pengawasan pasar turut ditingkatkan guna mencegah praktik spekulasi harga oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Kami mengedepankan sisi kemanusiaan. Pengawasan distribusi dan harga akan diperketat agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi banjir,” tegas Sutikno.

Dengan sinergi lintas sektor dan langkah-langkah konkret tersebut, Pemprov Kalsel optimistis ketahanan pangan daerah tetap terjaga serta masyarakat dapat memperoleh bahan pokok secara aman dan terjangkau di tengah kondisi banjir.(adv/dev/KPO-4).

Iklan
Iklan