Tanjung, KP – Mendukung program pemerintah daerah yakni Kredit Tabalong Sejahtera, Maju, Riligius dan Terdepan (SMaRT), Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tabalong Bersinar sepakat akan dilakukan penambahan modal sebesar Rp18,138 milyar.
Hal itu terungkap saat BPR Tabalong Bersinar melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), membahas soal penambahan modal dan rencana pembagian dividen.
Hadir di acara itu Bupati Tabalong Ir H Muhammad Rifani SH ST MT (H Fani) beserta seluruh pemegang saham, yakni Pemerintah Kabupaten Tabalong, BPD Bank Kalsel, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan diwakili Kepala Biro Ekonomi Setdaprov Kalsel “Pemegang saham hadir semua dan dua agenda utama sudah disepakati, yaitu penambahan modal dan rencana pembagian dividen,” ujar H Fani Bupati Tabalong, usai RUPS di KCM, belum lama tadi.
Dalam RUPS tersebut disepakati penambahan modal sebesar Rp18,138 miliar yang akan difokuskan untuk mendukung Kredit Tabalong SMaRT, salah satu dari tujuh program prioritas Pemerintah Kabupaten Tabalong.
“Penambahan modal ini kita utamakan untuk Kredit Tabalong Smart. Harapannya, dengan tambahan modal ini inklusi keuangan semakin luas dan menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Tabalong,” jelasnya.
Bupati menambahkan, kebijakan ini juga didorong oleh pertumbuhan ekonomi Tabalong yang menunjukkan trend positif. Pemerintah Daerah ingin memastikan pelaku UMKM dan petani dalam arti luas dapat terus bergerak dan berkembang melalui akses pembiayaan yang mudah. “Dana Rp18 miliar ini khusus untuk kredit. Kalau nanti ada perubahan, tentu akan dibahas kembali melalui RUPS. Ini kita fokuskan dulu untuk mendukung Kredit Tabalong SMaRT,” ujarnya.
Berdasarkan laporan kinerja BPR, lanjut H Fani program tersebut menunjukkan hasil yang cukup baik. Tingkat kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) tercatat hanya sekitar 2 persen artinya tidak banyak kegagalan, dengan hampir 600 masyarakat telah merasakan manfaat program tersebut. “Ini akan terus kita lanjutkan dan pelaksanaannya kita serahkan kepada tim teknis BPR dengan tetap mengacu pada peraturan yang berlaku,” demikian ungkap H Fani.
Kepala Bank Kalsel Cabang Tanjung, Mauludi, menegaskan pihaknya mendukung program tersebut karena merupakan program daerah yang menyentuh langsung kepada masyarakat Tabalong. “Kami sangat mensupport karena ini program daerah. Bank Kalsel juga milik pemerintah daerah, jadi penambahan modal ini nantinya akan dimanfaatkan oleh masyarakat Tabalong secara luas,” ujarnya.
Terkait dividen, Mauludi menjelaskan pembagian laba akan dilakukan setelah proses audit selesai. “Dividen tetap akan dibagikan sekitar bulan Maret, dengan total sekitar Rp2,4 miliar. Untuk pembagian laba tahun 2025 akan dibahas kembali melalui RUPS berikutnya,” demikian pungkas Mauludi. (ros/K-6)














