BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Kiper Tim nasional Indonesia, Emil Audero Mulyadi jatuh bangun melakukan tujuh penyelamatan gemilang. Namun, sehebat-hebatnya Emil, akhirnya kecolongan juga di injury dan timnya kalah 0-1 atas tuan rumah Fiorentina dalam pertandingan lanjutan Serie A Liga Italia yang berlangsung di Stadion Stadion Artemio Franchi, Minggu (4/1/2026) waktu setempat.
Kiper kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), 18 Januari 1997 juga melakukan tinjuan bola dua kali, lemparan dua kali, operan akurat 25 kali, duel udara dimenangkan dua kali, sentuhan 66 kali dan sapuan lima kali.
Berkat penampilan gemilang dengan tujuh penyelamatan sepanjang 90 menit, Emil Audero mendapat rating cukup tinggi dari flashschore 8,1.
Kekalahan tersebut Cremonese tetap bertahan diperingkat 13 dengan 21 poin dari 18 kali main, 5 kali menang, 6 seri dan 7 kali kalah. Sedangkan Fiorentina naik di posisi 12 dari 18 kali bertanding.
Berdasarkan statistik pertandingan, Fiorentina unggul dalam penguasaan bola 65 persen berbanding 35 persen.
Ada pun total tembakan Fiorentina sebanyak 22 kali, delapan diantaranya tepat sasaran, sedangkan Cremonese hanya melakukan 8 tembakan dan dua diantaranya tepat sasaran.
Sejak menit awal, kiper Timnas Indonesia, Emil Audero Mulyadi sudah mendapat gempuran dari pemain-pemain Fiorentina.
Di menit 5, pemain Fiorentina Nicolo Fagioli melakukan tembakan ke gawang yang dilepaskannya dari batas kotak penalti gagal masuk. Penyelamatan briliant dari Emil Audero yang berhasiil menghentikan tembakannya yang seharusnya masuk ke sisi kanan gawang.
Lalu, di menit 14, Rolando Mandragora menerima sebuah operan rendah tepat di luar kotak penalti dan melepaskan sebuah tembakan bagus ke arah sudut kanan bawah gawang. Lagi-lagi Emil Audero lakukan sebuah refleks penyelamatan untuk memblokir usaha ini.
Empat menit kemudian, mantan kiper Juventus Emili Audero berhasil menggagalkan usai pemain Fiorentina, Roberto Piccoli. Pemain ini masuk ke posisi bagus untuk mencetak skor. Dia berhasil membuka ruang untuk dirinya sendiri dan kemudian melepaskan sebuah tembakan jarak jauh ke tengah gawang. Usaha bagusnya, ternyata berhasil dihentikan dengan ajaib oleh Emil Audero.
Selanjutnya di menit 45+5,
Emil Audero kembali membuat sebuah penyelamatan bagus untuk menggagalkan usaha dari Albert Gudmundsson yang menemukan ruang di dalam kotak penalti dan lalu lepaskan tembakan cepat yang melesat ke sisi kiri gawang.
Kedudukan 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Fiorentina yang berusaha keluar dari posisi juru kunci terus membombadir gawang Emil Audero.
Di menit 50, Nicolo Fagioli mengirim sebuah crossing masuk ke area penalti dari tendangan sudut, tapi Emil Audero berada di posisi yang bagus dan meninju bola menjauh.
Pemain Fiorentina Luca Ranieri melompat lebih tinggi dari pertahanan lawan untuk menyambut bola hasil tendangan sudut dan lalu menyundulnya ke arah kolong mistar gawang di menit 63. Sundulan jarak jauh ini tidak cukup bertenaga, sehingga penjaga gawang dengan nyaman lakukan penyelamatan.
Walau pun gagal membobol gawang Emil Audero, pemain-pemain Fiorentina tak mau menyerah begitu saja. Di menit 73, Robin Gosens mencoba menembak dari batas kotak penalti setelah mendapatkan sebuah operan akurat. Lagi-lagi Emil Audero menjadi sebuah tembok yang sulit ditembus, melakukan penyelamatan dengan nyaman untuk menghentikan bola terbang masuk ke tengah gawang.
Cremonese juga sesekali melakukan serangan balik di menit 83 lewat Antonio Sanabria yang berhasil mengontrol bola hasil dari set piece yang diberikan, di dalam kotak 6-yard dan melepaskan tembakan yang seharusnya dapat masuk ke sisi kanan gawang, jika saja tembakan ini tidak dihentikan oleh David de Gea yang melakukan penyelamatan luar biasa.
Usaha Fiorentina akhirnya membuahkan hasil di menit 90+2. Emil Audero melakukan sebuah penyelamatan luar biasa untuk menggagalkan sebuah sundulan bola yang diarahkan ke sisi kanan gawang oleh Niccolo Fortini Fiorentina yang memanfaatkan sebuah crossing dari sisi lapangan.
Sayang halauan Emil Audero gagal diamankan rekan-rekannya dan bola rebound jatuh ke kaki pemain Fiorentina Moise Kean, sehingga dengan mudah dan menyeploskan bola ke gawang Cremonese.
Kedudukan pun berubah menjadi 1-0 untuk Fiorentina hingga pertandingan babak kedua berakhir. (ful/KPO-3)














