PALANGKA RAYA, Kalimantanpost.com – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Palangka Raya (UPR) menegaskan komitmennya melahirkan lulusan yang solutif dan berdaya saing melalui peringatan Dies Natalis ke-14, Kamis (22/1/2026), di lingkungan kampus FISIP UPR.
Kepada awak media disela kegitan dies natalis, Dekan FISIP UPR, Bhayu Rhama menyoroti persoalan pengangguran generasi muda yang masih menjadi tantangan nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Agustus 2025, jumlah pengangguran di Indonesia tercatat lebih dari 7 juta orang, dengan dominasi usia 15–24 tahun.
Menanggapi hal tersebut, FISIP UPR mendukung kebijakan strategis pemerintah melalui implementasi konsep “kampus berdampak”, yakni pendidikan tinggi yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
Dikemukakannya, lulusan perguruan tinggi ke depan tidak cukup hanya menguasai teori akademik, tetapi juga harus mampu memecahkan masalah sosial dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.
Sebagai fakultas yang disebutnya sebagai rumah calon pemimpin masa depan, FISIP UPR juga menekankan pentingnya keteladanan dosen. Ia menegaskan bahwa kualitas pengajar harus melampaui standar agar mampu mencetak sumber daya manusia unggul.
Selain penguatan kualitas SDM, FISIP UPR juga menargetkan pengembangan institusi melalui pembukaan program studi baru.
Dalam waktu dekat, fakultas ini menargetkan pembukaan program magister (S2), serta merencanakan pembukaan Program Studi Ilmu Komunikasi dan Hubungan Internasional pada jenjang sarjana.
Bhayu menegaskan, apapun bidang keilmuan yang dikembangkan, orientasi utama pendidikan di FISIP UPR tetap pada kemampuan menghadirkan solusi dan menjawab tantangan sosial yang terus berkembang. (drt/KPO-3)















