GUBERNUR Kalimantan Selatan (Kalsel), H Muhidin menghimbau kepada seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota di Kalsel untuk tetap waspada terhadap ancaman bencana alam, terutama banjir yang berpotensi terjadi pada bulan Januari.
Hal ini disampaikan Gubernur Kalsel saat peringatan puncak Hari Jadi Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang ke-66, Minggu (4/1).
Gubernur mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi banjir dan rob (air pasang) yang diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) seiring dengan kenaikan air laut.
Menurutnya, fenomena tersebut dapat menyebabkan terjadinya bencana alam yang merugikan masyarakat.
“Kita harus waspada di bulan Januari ini, karena air laut naik menurut BMKG, makanya terjadi banjir dan rob.
Jadi, kita tidak boleh lengah. Semua pihak harus siap siaga menghadapi kondisi cuaca yang bisa berubah sewaktu-waktu,” ujar Gubernur Muhidin.
Untuk penanganan banjir yang terjadi di beberapa kabupaten, Gubernur menyampaikan telah menginstruksikan semua perangkat SKPD Pemprov Kalsel untuk terjun dan membantu langsung warga terdampak banjir.
“Kita kerahkan sampai saat ini semua SKPD Pemprov Kalsel untuk turun meninjau dan membantu langsung warga terdampak banjir,” terang Gubernur.
Selain itu, Gubernur Kalsel juga meminta Pemerintah Kabupaten Batola untuk terus memantau kondisi alam dan melakukan langkah-langkah mitigasi yang tepat.
Gubernur menekankan agar tidak ada yang terlewatkan dalam upaya penanggulangan bencana.
“Saya harap Bupati Batola juga bisa terus memantau dan mengidentifikasi kemudahan yang bisa dimanfaatkan untuk meminimalkan dampak bencana. Semua langkah-langkah tersebut harus dicatat dan dipantau dengan baik,” tegasnya.
H. Muhidin juga menekankan pentingnya kolaborasi antar berbagai pihak, baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan masyarakat, untuk memperbaiki kondisi rumah-rumah yang terdampak banjir. Khususnya rumah panggung yang harus ditingkatkan bagian atasnya agar lebih aman dan tahan terhadap air.
“Mari kita bantu masyarakat kita, terutama yang rumah panggungnya sudah terendam.
Dulu ada ukuran tinggi panggung tertentu, sekarang mari kita bantu untuk memperbaiki dan menambah ketinggiannya.
Semua itu demi kenyamanan dan keamanan warga kita,” terang Gubernur.
Lebih lanjut, Gubernur juga menyoroti masalah infrastruktur, khususnya Jembatan Barito yang sudah tua dan padat digunakan masyarakat. Ia meminta agar alternatif pembangunan jembatan diperhatikan, dengan mencari opsi yang sesuai anggaran dan dapat diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum.
“Jembatan Barito yang sudah tua dan padat perlu perhatian khusus.
Cari alternatif jembatan lain yang lebih aman dan efisien, terutama di dekat kawasan wisata yang memiliki potensi untuk dikembangkan,” ujarnya.
Gubernur juga menambahkan bahwa pengajuan perbaikan infrastruktur, terutama jalan, harus menjadi prioritas.
Ia mengingatkan Bupati untuk berkoordinasi dengan PUPR pusat agar solusi atas masalah jalan dapat segera diatasi.
“Kerja sama antara kabupaten, provinsi, dan pusat sangat penting. Jangan hanya mengandalkan satu pihak saja, mari kita bersama-sama mencari solusi terbaik agar permasalahan jalan dan infrastruktur dapat teratasi,” tegasnya.
Gubernur menutup sambutannya dengan harapan agar setiap rencana pembangunan dan penanggulangan bencana dapat lebih matang dan terkoordinasi dengan baik, guna menghadapai tantangan yang ada di masa depan.
“Dengan perencanaan yang baik dan kolaborasi yang kuat, kita dapat menghadapi tantangan ini dengan lebih mudah.
Mari kita buat perencanaan yang lebih matang untuk masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.(adv/K-2)















