Martapura, KP – Mendapatkan sesuatu yang berharga itu bukanlah hal yang terbilang mudah.
Termasuk demi menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar sarjana.
Banyak dari mereka yang harus berjuang untuk membiayai kuliahnya dengan kisah yang mengharukan
Seperti Sosok gadis berusia 20 tahun, Devina Steffi Cristiantoandi, bisa menjadi teladan.
Devina telah memikul tanggung jawab besar yang tak semua anak muda seusianya sanggup jalani.
Ia mahasiswi semester 6 STIE Pancasetia Trikora Banjarbaru, dimana membiayai kuliahnya sendiri dengan cara berjualan kue roti keliling, dari pasar ke pasar, dari kota ke kota.
Setiap akhir pekan, Devina rutin menyusuri lorong-lorong Pasar Martapura, menjajakan roti buatannya dengan harga Rp12.000 per buah.
Sementara hari-hari kuliahnya dijalani dari Senin hingga Kamis.
Untuk, Jumat hingga Minggu ia berubah menjadi pedagang keliling yang penuh semangat.
“Kalau libur kuliah, saya jualan daripada diam di rumah. Lumayan buat ongkos kuliah dan jajan juga, kak,” ujar Devina, Jumat (9/1).
Warga Landasan Ulin, Banjarbaru itu berjualan bersama ayahnya.
Setiap berangkat ke Martapura, Devina diantar ayahnya, lalu keduanya berpencar menuju lokasi jualan masing-masing.
Tak jarang, Devina harus menumpang becak motor (bentor) untuk menuju titik-titik ramai pengunjung.
Setelah itu, ia menyusuri kawasan pasar dengan berjalan kaki, dari lapak ke lapak, dari gang ke gang, menawarkan roti kepada para pembeli dan pedagang.
Dalam sehari, penjualan Devina paling banyak bisa mencapai 100 roti.
Bahkan jangkauan jualannya tak hanya di Martapura. Devina mengaku pernah berjualan hingga ke Tanjung, Tabalong, dan Pelaihari demi memperluas pasar dan menambah pemasukan.
Di tengah kesibukan kuliah dan berjualan, Devina tetap menjaga semangatnya.
Baginya, lelah bukan alasan untuk berhenti bermimpi.
“Capek pasti, tapi ini buat masa depan saya sendiri,” ucapnya. (*/net/K-2)














