Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Juru Kunci, Realisasi PAD dan Serapan Anggaran Disbudporapar Banjarmasin Terendah

×

Juru Kunci, Realisasi PAD dan Serapan Anggaran Disbudporapar Banjarmasin Terendah

Sebarkan artikel ini
IMG 20260120 WA0190
MENARA PANDANG - Menara Pandang yang menjadi lokasi tujuan wisata di Kota Banjarmasin. (Kalimantanpost.com/zahidi).

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Kinerja Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin menjadi sorotan setelah tercatat sebagai SKPD dengan capaian terendah, baik dari sisi realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun serapan anggaran, dibandingkan seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin pada tahun anggaran 2025.

Disbudporapar hanya mampu merealisasikan PAD sebesar Rp135 juta dari target Rp500 juta, atau sekitar 27,07 persen. Angka tersebut menjadi yang terendah antar SKPD Pemko Banjarmasin.

Kalimantan Post

Tak hanya itu, dari sisi belanja, serapan anggaran Disbudporapar juga tercatat paling rendah, yakni 75,97 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp74.494.005.321, sementara sebagian besar SKPD lain telah berada di atas angka tersebut.

Kepala Disbudporapar Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, menjelaskan bahwa rendahnya capaian tersebut tidak lepas dari kondisi transisi kepemimpinan. Ia mengaku baru dilantik pada November 2025, sehingga waktu efektif pelaksanaan program sangat terbatas.

“Saya dilantik November 2025, dan dari November sampai Desember praktis tidak bisa mengerjakan apa-apa. Yang bisa kami lakukan hanya mengamankan hal-hal yang belum bisa dikerjakan, karena perencanaan saja belum selesai,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian besar anggaran tidak terserap pada kegiatan karena masalah waktu dan time line proses pengadaan terlambat . Salah satunya adalah pengurukan tanah senilai Rp1,4 miliar di kawasan Lapangan Sepak Bola Banjarmasin Barat, yang berfokus pada pembenahan sarana olahraga.

“Kegiatan ini waktunya tidak memungkinkan dan sangat mepet karena keterlambatan proses pengadaan jadi tidak memungkinkan dilaksanakan,” ujar Ibnu Sabil.

Memasuki tahun anggaran 2026, Disbudporapar berencana melakukan penyesuaian signifikan seiring kebijakan efisiensi anggaran. Pagu anggaran diproyeksikan turun menjadi sekitar Rp60 miliar, yang berdampak pada pembatasan perjalanan dinas, pengadaan kegiatan, serta pemeliharaan.

Baca Juga :  Atlet dan KONI Kota Banjarmasin Kecewa, Bonus Peraih Medali di Porprov XII Menurun

Namun demikian, pengurangan anggaran pemeliharaan tersebut akan dialihkan ke penyelenggaraan event-event yang dinilai mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dan sektor pariwisata.

Untuk tahun 2026, Disbudporapar menargetkan PAD sebesar Rp570 juta. Ibnu Sabil menyatakan optimistis target tersebut dapat tercapai dengan memaksimalkan potensi yang ada serta melibatkan pihak ketiga.

“Potensi akan kita maksimalkan, bahkan dengan dukungan pihak ketiga. Kami optimistis target tahun depan bisa tercapai,” pungkasnya.

Disisi lain, Jabatan Ibnu Sabil sebelumnya yang merupakan Camat Banjarmasin Barat, menjadi SKPD dengan serapan anggaran dan kinerja terbaik di Lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin tahun anggaran 2025.

Dengan demikian Ibnu Sabil merupakan sosok visioner yang sering ditempatkan di SKPD yang terpuruk dan mengemban tugas untuk memperbaikinya. Menengok 2 tahun kebelakang, 2023 Kecamatan Banjarmasin Barat tempat Ibnu Sabil mengabdi hanya duduk di posisi top 10.

“2024 kami masuk 4 besar, dan kemaren 2025 Banjarmasin Barat menduduki peringkat utama,” bebernya.

Saat ditanya demikian, Ibnu Sabil hanya tersenyum simpul, ia bertekad hanya ingin menjadikan semuanya lebih baik. , “hari ini harus lebih baik dari hari kemaren, besok harus lebih baik dari hari ini,” tutup Sabil. (Sfr/KPO-1)

Iklan
Iklan