Rantau, KP — Banjir Rob melanda hampir di dua Kecamatan Candi Laras Selatan Dan Candi Laras Utara. Genangan air tak hanya masuk ke rumah warga, tetapi juga memasuki pasilitas pendidikan sehingga melumpuhkan aktivitas belajar disekolah.
Salah satunya di Desa Marampiau Kec Candi Laras Selatan menjadi tujuan Ketua TP PKK Tapin Hj Faridah Yamani bersama Ketua GOW Tapin Hj Elya Hartati Juanda meninjau banjir di warga setempat yakni di rumah warga dan salah satu sekolah yang terendam. Kamis (8/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, rombongan berkesempatan menyalurkan bantuan sembako kepada warga, disertai pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan menyusui.
Rombongan juga meninjau SDN Marampiau yang terendam air. Akibat banjir, proses belajar mengajar terhenti dan sementara dialihkan ke sistem daring. Kondisi ini dinilai mengganggu hak dasar anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.
“Sekolah-sekolah yang terendam tentu sangat mengganggu proses belajarndi saat terjadinya banjir rob,” kata Faridah Yamani di sela peninjauan.
Menurut Faridah, penanganan banjir tidak bisa berhenti pada bantuan darurat. Pemerintah daerah, kata dia, perlu segera melakukan langkah struktural agar genangan cepat surut dan tidak terus berulang.
Ia mendorong agar bangunan sekolah di kawasan rawan banjir didesain ulang, termasuk dengan peninggian bangunan atau konsep rumah panggung.
“Kalau setiap tahun terendam, berarti ada masalah yang belum diselesaikan,” ujarnya.
Selain di Marampiau, rombongan juga meninjau warga terdampak banjir di Dusun Thaibah, Kecamatan Tapin Utara. Sejumlah SOPD terkait ikut dalam peninjauan untuk memastikan respons lintas sektor berjalan efektif.
Banjir yang berulang di sejumlah wilayah Tapin kembali membuka catatan lama tentang kesiapan daerah menghadapi bencana musiman. Tanpa pembenahan tata ruang dan infrastruktur dasar, genangan air berpotensi terus menjadi siklus tahunan yang merugikan warga, terutama kelompok rentan dan pelajar. (abd/K-6)














