PALANGKA RAYA, Kalimantanpost.com –
Luar biasa prestasi ditoreh warga Kota Palangka Raya, Barber Muhammad Andi yang berhasil mencatatkan namanya dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) setelah mencukur 377 kepala tanpa henti selama 11 jam 40 menit di Bundaran Besar Palangka Raya, Kalikantan Tengah, Minggu (11/1/2026).
Dilansir di media MMC Kalteng, Kamis (15/2), rekor tersebut ditetapkan sebagai kategori baru uji ketahanan potong rambut dan disyahkan langsung oleh MURI di lokasi kegiatan. Andi menerima piagam rekor pada pukul 19.20 WIB setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pencukuran.
Direktur Operasional MURI Yusuf Ngadri mengatakan, capaian tersebut menjadi tolok ukur nasional karena belum pernah tercatat sebelumnya.
“Sebanyak 377 kepala dicukur secara nonstop dengan waktu bersih 11 jam 40 menit. Ini menjadi standar baru dalam kategori uji ketahanan potong rambut,” ujarnya.
Kegiatan pencukuran dimulai sekitar pukul 07.20 WIB dan diikuti oleh siswa SMA Negeri 5 Palangka Raya, masyarakat umum, serta komunitas ojek daring. Sekitar 65 hingga 70 persen peserta merupakan pelajar SMA. Seluruh peserta merupakan laki-laki dengan berbagai model potongan rambut.
Pada prakteknya, Andi hanya mengambil waktu istirahat sekitar 1 jam 5 menit. Selebihnya, ia terus berdiri dan mencukur rambut dengan rata-rata waktu dua menit per peserta.
Muhammad Andi menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia mengaku rekor ini dipersiapkan selama empat bulan, baik dari sisi fisik maupun mental. “Capek pasti, tapi ini sudah saya niatkan dan jalani,” ujarnya singkat.
Andi dikenal sebagai pemilik Barbershop Bee yang kini memiliki lima cabang di Palangka Raya. Selain menjalankan usaha, ia juga aktif melatih dan merekrut anak-anak muda yang tidak memiliki ijazah formal namun memiliki kemauan untuk belajar.
Menurut Andi, rekor MURI ini tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga motivasi bagi para barber dan generasi muda agar tidak menyerah dengan keterbatasan. “Semoga bisa jadi penyemangat bagi yang merasa tidak punya kesempatan,” katanya.
Rekor tersebut disaksikan langsung oleh masyarakat yang memadati kawasan Bundaran Besar Palangka Raya sejak pagi hingga malam hari. (drt/KPO-3)














