Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Mengajar di Filipina, Mahasiswa UNISKA Banjarmasin Asah Kompetensi Pedagogik Global

×

Mengajar di Filipina, Mahasiswa UNISKA Banjarmasin Asah Kompetensi Pedagogik Global

Sebarkan artikel ini
IMG 20260119 WA0043 1
Fakultas Program Studi Pendidikan Kimia - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Uniska saat melakukan pembelajaran di sejumlah Universitas di Filipina. (KP/Repro)

BANJARMASIN, kalimantanpost.com – Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari (UNISKA) Banjarmasin kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong internasionalisasi pendidikan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi mahasiswa dalam program pertukaran calon guru tingkat Asia Tenggara, SEA-Teacher Project Batch 10, yang diselenggarakan oleh Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO).

Kalimantan Post

Dalam program bergengsi tersebut, Muhammad Luthfi Ramadhan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNISKA, terpilih untuk mengikuti praktik mengajar internasional di University of Northern Philippines (UNP), Vigan City, Filipina.

Program ini menjadi ruang strategis bagi calon pendidik untuk merasakan langsung atmosfer pendidikan global sekaligus mengasah kompetensi pedagogik lintas budaya.

Selama pelaksanaan program, Luthfi terlibat aktif dalam berbagai kegiatan akademik, mulai dari observasi pembelajaran hingga praktik mengajar di kelas 9 Sekolah Laboratorium UNP. Observasi dilakukan untuk memahami karakteristik peserta didik, dinamika interaksi guru dan siswa, serta strategi pembelajaran yang diterapkan dalam sistem pendidikan Filipina.

Sekolah Laboratorium UNP menerapkan Kurikulum MATATAG yang dipadukan dengan pendekatan 7E Learning Cycle, sehingga proses pembelajaran berlangsung aktif, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan berpikir kritis serta pemecahan masalah. Dalam pembelajaran sains, khususnya kimia, pendekatan Problem-Based Learning (PBL) menjadi metode utama dengan mengaitkan materi pelajaran pada permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

IMG 20260119 174606

Pemanfaatan teknologi pembelajaran seperti video edukatif, presentasi digital, dan simulasi konsep kimia turut memperkaya proses belajar. Sementara itu, sistem penilaian dilakukan secara autentik melalui kuis, proyek, serta pemanfaatan platform digital sebagai media pengumpulan hasil belajar. Pola pembelajaran ini mencerminkan implementasi nyata pendidikan abad ke-21 yang menekankan keaktifan siswa, kolaborasi, dan relevansi materi dengan kehidupan nyata.

Ketua Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UNISKA, Fitria Rizkiana, M.Pd, menegaskan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam program internasional seperti SEA-Teacher merupakan langkah strategis dalam menyiapkan calon guru yang adaptif dan berdaya saing global.

Baca Juga :  Wali Kota Banjarmasin Turun Langsung Penataan Sungai Simpang Tangga Disumbat Bangunan

“Program ini bukan sekadar pengalaman mengajar di luar negeri, tetapi menjadi proses pembelajaran komprehensif bagi mahasiswa untuk memahami perbedaan sistem pendidikan, budaya belajar, serta tuntutan kompetensi guru di level internasional. Kami berharap pengalaman ini mampu membentuk lulusan Pendidikan Kimia UNISKA yang profesional, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan global,” ujar Fitria.

Ia menambahkan, partisipasi mahasiswa UNISKA dalam program internasional juga menjadi bukti bahwa perguruan tinggi daerah mampu berkontribusi dan bersaing di kancah Asia Tenggara.

Melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam program SEA-Teacher, UNISKA Banjarmasin tidak hanya memperluas jejaring internasional, tetapi juga memperkuat kualitas lulusan sebagai calon pendidik yang memiliki wawasan global, kompetensi pedagogik unggul, dan kepekaan terhadap dinamika pendidikan lintas negara.(fin/KPO-1)

Iklan
Iklan