PALANGKA RAYA, Kalimantanpost.com – Warga Wungkur Ulin, bagian dari KWD Dusmsla – Tebama Kota Palangka Raya memiliki asal-usul dan silsilah panjang merantau dan menjadi warga Kota Palangka Raya, menggelar ibadah dan rayakan natal bersama, Sabtu (9/1/2026).
Asal – usul Warga Wungkur Ulin di Kota Palangka Raya diungkap Aratuni Djaban di moment natal dimaksud, agar warga satu desa asal usulnya menjadi saling menyatu dalam suka dan suka, bahkan memperkuat iman dan pengharapannya kepada Yesus Kristus.
Menurut Aratuni, keberadaan warga Wungkur Ulin sudah sehak tahun 1960-an di Kota Palangka Raya, untuk menjadi abdi Negara dan pekerjaan lainnya.
Desa Wungkur Ulin sendiri di Kecamatan Dusun Selatan, dekat Desa Baruang. Namun, kini masuk Kecamatan Gunung Bintang Awai. Salah satu tokohnya Bart Ludjen mantan Direktur Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Palangka Raya.
Semula hanya sekitar empat Kepala Keluarga (KK), dengan jumlah jiwa hanya belasan orang, tiap tahun terus bertambah dan kini jumlahnya lebih dari seratusan orang, dengan latar propesi dan pekerjaan. Saat ini Ketua KW Wungkur Ulin dipercaya kepada Lely Uking.
Aratuni Djaban menyambut baik dan menyatakan terus mendukung acara keagamaan semacam perayaan natal dan tahun baru tersebut.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Sastori Ardiyanto sekaligus tempat acara Natal Warga Wungkur Ulin dan sekitarnya mengusung tema “Alatalla Hawi Neu Nyalamat Keluarga” (Mts 1: 21-24) dan sub tema “Aku Andri Kaluarga ku Haut Na Salamat Alatalla, Welum Jari Baharaga, Palus Jari Berkat Neu Nantarang Lelu Sinta Alatalla Ma Dunia”.
Acara diawali menyanyi lagu khas suku Dayak Maanyan, “Andri Arai Atei”, diisi dengan drama natal, penyalaan lilin natal dan penarikan door frize menarik.
Pesan dan refleksi natal disampaikan oleh Pdt.Uras Katuju, yang antara lain menyatakan kelahiran sang juru selamat Yesus Kristus ditandai datangnya orang Majus yang sangat jauh ke kandang domba.
Mereka datang menyembah bayi baru lahir sebagai sang juru selamat. Maka orang Majus dimaksud patut ditiru sebagai contoh bagi orang Kristen saat ini untuk taat dan mengubah prilakunya.
“Sebab kedatangan Yesus untuk menyelamatkan keluarga Warga Wungkur Ulin dimanapun mereka berada”, tutupnya.(drt/KPO-3)














