Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalteng

Pemprov Ajak HIPMI Hilirisasi Pertanian Jadi Sektor Unggulan Kalteng

×

Pemprov Ajak HIPMI Hilirisasi Pertanian Jadi Sektor Unggulan Kalteng

Sebarkan artikel ini
IMG 20260120 WA0206
AJAK HIPMI - Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo mengajak HIPMI untuk hilirisasi pertanian saat membuka Rakerda Diklatda Hipmi Kalteng, di Palangka Raya. (Kalimantanpost.com/repro humas Kalteng).

PALANGKA RAYA, Kalimantanpost.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng mendorong upaya hilirisasi di sektor pertanian, sebagai salah satu industri andalan daerah.

Untuk itu Pemprov mengajak Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mengambil peran strategis dengan bermitra bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mengelola industri pengolahan pangan.

Kalimantan Post

Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo saat membuka Rakerda Diklatda Hipmi Kalteng, di Palangka Raya, Minggu (18/1/2026).

Menurut Wagub Edy, salah satu fokus utama hilirisasi yang disorot adalah pengolahan gabah menjadi beras kemasan siap pasar.

Diakuinya, langkah ini dinilai krusial, agar Kalteng tidak hanya menjadi produsen bahan mentah, tetapi juga memiliki produk akhir dengan jenama (brand) sendiri.

“Kita harapkan HIPMI bisa mengambil kesempatan itu untuk bermitra dan bekerja sama. Karena hilirisasi pengolahan, misalnya dari padi menjadi beras, itu tidak bisa sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah meski infrastrukturnya kita bangun. Harus ada BUMD yang bergerak,” ujarnya kepada wartawan.

Dijelaskannya, skema kerja sama antara BUMD dan pengusaha muda ini membuka peluang besar bagi kemandirian pangan daerah. Dengan adanya pabrik pengolahan lokal, Kalteng dapat memproduksi beras dengan brand lokal yang menarik dan berkualitas.

Potensi pasar untuk produk beras lokal ini dinilai sangat menjanjikan, terutama untuk menyuplai kebutuhan ribuan karyawan di berbagai perusahaan besar yang beroperasi di Kalteng

Selama ini kan perusahaan-perusahaan di Kalteng mengambil berasnya dari luar. “Di sini bisa saja kita tanam padi lokal atau varietas unggul seperti Raja Lele untuk konsumsi masyarakat,” ujar Wagub.

Menurutnya, rantai pasok lokal ini akan memberikan keuntungan ganda. Dari sisi ekonomi, biaya logistik menjadi lebih murah dan ekonomis bagi perusahaan pembeli. Di sisi lain, hal ini memberikan dampak positif bagi para pengusaha daerah dan petani lokal.

Baca Juga :  Refleksi ke-25 BPOM, Dishut Sumbang 22.000 Bibit Pohon

Menanggapi pertanyaan mengenai sistem berladang dengan kearifan lokal masyarakat Kalteng, Pemprov memastikan bahwa hal tersebut tidak menjadi kendala, melainkan potensi yang bisa disinergikan. Poin utamanya terletak pada hilirisasi pasca-panen.

Fasilitas pabrik yang telah dibangun menggunakan APBD Kalteng diharapkan segera beroperasi maksimal melalui pengelolaan profesional.

“Pabrik yang sudah kita bangun ini bisa dikerjasamakan dan dikelola. Nanti digerakkan oleh semacam Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang bermitra dengan Perusahaan Daerah atau pengusaha yang tergabung di HIPMI,” tukasnya. (drt/ist/KPO-4)

Iklan
Iklan