BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai tancap gas sejak awal tahun. Hingga memasuki minggu ketiga Januari 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel telah melelang lebih dari 60 item proyek pekerjaan, sebagai langkah percepatan pelaksanaan pembangunan di daerah.
Percepatan lelang ini dilakukan mengikuti arahan Gubernur Kalsel H Muhidin, agar berbagai potensi kendala teknis maupun administratif dapat diselesaikan lebih dini. Dengan demikian, proyek dapat berjalan lebih cepat dan serapan anggaran tidak menumpuk di akhir tahun.
“Sejak akhir Desember 2025 kita siapkan hingga Januari 2026 ini kita sudah lelang lebih 60 item pekerjaan,” ujar Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalsel, M Yasin Toyib, di Banjarmasin, Kamis (22/1/2026).
Yasin menjelaskan, setelah proses administrasi rampung dan kontrak ditandatangani, maka masing-masing proyek akan langsung dikerjakan oleh pemenang lelang. Pola ini diharapkan mampu mempercepat progres lapangan sejak awal tahun, sekaligus menjaga ritme pembangunan tetap sesuai jadwal.
Dalam mekanismenya, proses lelang dilakukan mengacu pada aturan yang berlaku, dengan mengedepankan prinsip transparansi dan keterbukaan. Seluruh proses dilakukan melalui sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kalsel dan Inaproc, lengkap dengan standar penilaian yang ketat, mulai dari kecocokan harga, kelayakan penawaran, hingga kualifikasi perusahaan yang dinilai mampu dan berpengalaman.
Langkah PUPR ini mendapat respons positif dari kalangan legislatif. Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalsel, H Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan lelang dini yang dinilai strategis untuk menghindari keterlambatan serapan anggaran.
Menurut Gusti Iskandar, percepatan lelang membuat persiapan teknis dan administrasi selesai lebih awal. Meski pencairan anggaran umumnya baru dapat dilakukan pada Maret, namun progres fisik dapat dimulai lebih cepat sehingga serapan anggaran bisa terlihat sejak triwulan pertama.
“Ya ini bagus lelang sudah dijalankan. Memang dana-dana itu baru bisa dicairkan pada bulan Maret, tapi berbagai teknis sudah rampung dan dikerjakan. Sehingga triwulan I sudah terlihat serapannya dan semester I target 50 persen serapan anggaran bisa terealisasi,” tegasnya.
Ia berharap pola percepatan seperti ini bisa konsisten dilakukan agar kinerja anggaran Pemprov Kalsel berjalan lebih sehat dan tidak lagi menumpuk di penghujung tahun, seperti yang pernah terjadi pada periode sebelumnya.
Dengan lelang yang sudah berjalan sejak awal, Dinas PUPR Kalsel kini tinggal memastikan proses kontrak dan pelaksanaan di lapangan berjalan tepat waktu, sehingga target pembangunan dan serapan anggaran tahun 2026 dapat tercapai secara optimal. (Nau/KPO-1)















