RANTAU, Kalimantan.post.com – Pemerintah Kabupaten Tapin bersama TNI menggelar rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Gerai Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Senin (19/1/2026), siang bertempat Aula Tamasa Kantor Bupati Tapin
Rapat ini membahas progres pembangunan koperasi serta kendala utama yang dihadapi di lapangan, khususnya ketersediaan lahan.
Komandan Kodim 1010/Tapin Letkol Inf Dimas Yamma Putra menyampaikan, program pembangunan KDKMP di Kabupaten Tapin mencakup 135 desa dan kelurahan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 lokasi telah memasuki tahap pembangunan, sementara sebagian besar masih menghadapi persoalan lahan.
“Sebanyak 15 desa menggunakan lahan milik pemerintah daerah, 36 desa belum memiliki lahan, 43 desa memiliki lahan namun tidak memenuhi standar luas, 10 lokasi memerlukan pematangan lahan secara menyeluruh, dan enam desa masih terkendala administrasi,” ungkap Dimas.
Ia merinci, progres pembangunan KDKMP di Kecamatan Salam Babaris menunjukkan capaian tertinggi di Desa Kambang Habang Lama sebesar 25,61 persen, disusul Desa Kambang Habang Baru 21,77 persen. Sementara Desa Suato Lama baru mencapai 4,87 persen dan Desa Pantai Cabe 6,33 persen.
Di Kecamatan Lokpaikat, pembangunan di Desa Ayunan Papan telah mencapai 39,03 persen, Desa Binderang 21,09 persen, Desa Bitahan Baru 21,40 persen, dan Desa Bataratat 5,13 persen. Kecamatan Piani baru memulai pembangunan di Desa Batu Ampar dengan progres 5,57 persen.
Untuk wilayah Tapin Utara, pembangunan di Desa Banua Halat Kanan tercatat 3,32 persen. Kecamatan Tapin Tengah di Desa Serawi mencapai 6,41 persen. Di Kecamatan Bungur, Desa Kalumpang mencapai 4,47 persen dan Desa Paring Guling 4,13 persen.
Sementara itu, Kecamatan Binuang mencatat progres 6,61 persen di Desa A Yani Pura dan 3,97 persen di Desa Mekar Sari. Kecamatan Hatungun menunjukkan capaian 6,33 persen di Desa Burakai, 3,75 persen di Desa Hatungun, dan 3,91 persen di Desa Matang Batas.
Di Kecamatan Candi Laras Utara, pembangunan di Desa Sungai Puting baru mencapai 3,37 persen.
Adapun di Kecamatan Tapin Selatan, pembangunan di Desa Tatakan telah mencapai 25,45 persen, sedangkan Desa Rumintin masih di angka 4,12 persen.
Letkol Inf Dimas menegaskan, percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih sangat bergantung pada kesiapan lahan. Ia berharap pemerintah daerah dapat berperan aktif membantu penyiapan lahan agar proses konstruksi berjalan sesuai target.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Tapin H Yamani menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh program Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa dan kelurahan.
“Koperasi Merah Putih merupakan instrumen penting untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar kendala lahan dapat segera diselesaikan,” ujar Yamani.
Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan pemerintah desa agar pembangunan koperasi berjalan efektif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Tapin.
Turut hadir rakor Kepala Dinas PMD Rahmadi, Plt Kepala Dinas Perindustrian Hj Nurul Kamariah, Camat Se Tapin, Para Kepala Desa dan Lurah serta Danramil Se Tapin.(abd/KPO-3)















