Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
TRI BANJAR

Ratusan Sekolah Terendam Banjir, Pemkab Banjar Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

×

Ratusan Sekolah Terendam Banjir, Pemkab Banjar Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Sebarkan artikel ini
IMG 20260105 WA0021
Salah satu sekolah yang terendam banjir di Kabupaten Banjar yang mengharuskan dilakukan penerapan pembelajaran jarak jauh, Minggu (4/1/2026). (Antara/Repro Medcen Pemkab Banjar)

BANJAR, Kalimantanpost.com – Sebanyak 210 satuan pendidikan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) terdampak bencana banjir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) kepada siswa akibat ratusan sekolah terendam banjir.

Kepala Disdik Banjar Liana Penny di Martapura, Kabupaten Banjar, Minggu (4/1/2026) mengatakan berdasarkan data, jumlah tersebut terdiri atas 116 sekolah dasar (SD), 20 sekolah menengah pertama (SMP), serta 74 PAUD dan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).

Kalimantan Post

Dia mengatakan banjir berdampak langsung pada lingkungan sekolah. Sebanyak 41 sekolah terdampak pada area halaman dan 169 sekolah lainnya tergenang air hingga ruang kelas sehingga tidak memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, untuk satuan pendidikan yang terdampak banjir, pembelajaran sementara dialihkan ke PJJ,” katanya.

Kebijakan tersebut, tertuang dalam Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Nomor 400.3.6.1/007/Disdik/2026, yang mengacu pada Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI tentang penyelenggaraan pembelajaran pada satuan pendidikan terdampak bencana.

Dalam surat edaran tersebut ditegaskan bahwa pelaksanaan PJJ dilakukan secara fleksibel dan adaptif, menyesuaikan kondisi peserta didik dan satuan pendidikan.

Dia mengatakan proses pembelajaran dapat dilaksanakan melalui berbagai media daring maupun luring, seperti WhatsApp, Google Classroom, dan modul belajar mandiri.

Sekolah juga diminta melakukan penyesuaian kurikulum dengan memprioritaskan materi esensial, dukungan psikososial, serta edukasi terkait kesehatan, keselamatan, dan mitigasi bencana.

Satuan pendidikan di wilayah yang tidak terdampak banjir tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM).

Disdik Banjar akan melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pengawas pembina serta pihak terkait. PTM akan kembali dilaksanakan setelah kondisi dinyatakan aman dan normal.

“Kami berharap dukungan orang tua dan seluruh pihak agar proses belajar anak-anak tetap berjalan dengan baik meskipun dalam kondisi darurat,” katanya. (Ant/KPO-3)

Iklan
Iklan