Banjarmasin, KP – Banjir Rob rendam sejumlah wilayah Kota Banjarmasin, air pasang sejak Jumat (2/1) sore hingga malam.
Kondisi ini menjadi ujian rutin bagi masyarakat, di mana sebagian warga mulai terbiasa hidup berdampingan dengan genangan air.
Sementara lainnya merasa resah karena aktivitas sehari-hari terganggu.
Memasuki awal tahun 2026, banjir rob muncul dengan ketinggian yang bervariasi. Air pasang diduga dipengaruhi oleh luapan Sungai Martapura Banjarmasin serta diperparah oleh intensitas hujan yang tinggi seiring masuknya cuaca ekstrem.
Genangan air rob juga menyelimuti sejumlah akses vital kota, termasuk jalan protokol seperti Jalan Ahmad Yani dan Jalan Pangeran Hidatullah, Jalan Veteran Sungai Mesa, sampai haamanan Mapolresta Banjarmasin layaknya sungai.
Pantauan, hir pasang hampir menggenangi sejumlah titik wilayah Kota Banjarmasin, terutama di kawasan dengan kontur rendah diantara Jalan Sungai Jingah, Jalan Jafri Zam-zam, Sungai Andai dan Kampung Arab.
Ketinggian air rob meningkat cukup cepat dan mulai mendekati badan jalan serta permukiman warga. Kondisi ini mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pengguna jalan yang melintas di kawasan terdampak.
Salah seorang warga, Ahmad (45), mengatakan air pasang mulai naik sejak sore hari.
“Air pasangnya mulai terlihat sejak sore tadi. kemungkinan malam makin tinggi, jadi kami sudah bersiap kalau sampai masuk ke rumah,” ujarnya.
Sejumlah warga terlihat meningkatkan kewaspadaan dengan mengamankan barang-barang berharga dan menaikkan perabot rumah tangga.
Pengendara juga diimbau untuk berhati-hati saat melintas, mengingat genangan air berpotensi meluas dan membahayakan keselamatan.
Masyarakat yang bermukim di wilayah rawan banjir rob diminta untuk tetap waspada, memantau perkembangan kondisi air, serta mengikuti imbauan dari pihak terkait hingga situasi kembali normal. (YI)














