BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – RSUD Sultan Suriansyah menghadirkan dua layanan baru sebagai bagian dari peningkatan mutu pelayanan kesehatan, yakni Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) dan layanan dialisis (cuci darah).
Kedua inovasi ini diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat, efisien, dan nyaman bagi masyarakat.
Direktur RSUD Sultan Suriansyah, dr Syaukani, menjelaskan, APM mulai dioperasikan sejak awal Januari 2026 untuk mempermudah pendaftaran pasien rawat jalan, khususnya peserta BPJS Kesehatan.
“Pendaftaran pasien BPJS diawali melalui Mobile JKN. Pasien yang sudah memiliki data awal dapat langsung menggunakan APM, sementara pasien yang baru pertama kali berobat tetap dilayani di loket, dan selanjutnya dapat menggunakan APM,” ujarnya.
APM dinilai efektif dalam memangkas waktu pelayanan dan mengurangi antrean panjang. Saat ini, RSUD Sultan Suriansyah telah menempatkan lima unit APM, terdiri dari tiga unit di lobi, satu unit di lantai dua, dan satu unit di gedung utama.
Layanan ini juga telah dilengkapi teknologi biometrik wajah dan sidik jari guna meningkatkan keakuratan data. Petugas pendamping turut disiagakan untuk membantu pasien yang mengalami kendala.
Sementara itu, layanan dialisis RSUD Sultan Suriansyah telah dibuka sejak Desember 2025 untuk pasien umum. Adapun untuk pasien BPJS Kesehatan, rumah sakit saat ini berada pada tahap akhir proses kerja sama.
“MoU dengan BPJS sudah ditandatangani, verifikasi layanan dialisis juga telah dilakukan. Surat kelengkapan dari BPJS baru kami terima beberapa hari lalu, dan rumah sakit juga telah disurvei oleh Kementerian Kesehatan,” jelas dr Syaukani.
Ia menargetkan layanan dialisis untuk peserta BPJS Kesehatan dapat segera dibuka pada akhir Januari atau awal Februari 2026. RSUD Sultan Suriansyah telah menyiapkan ruang dialisis dengan kapasitas 20 bed, meski pada tahap awal operasional BPJS baru diizinkan empat bed.
“Satu kali proses cuci darah membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 5 jam. Dengan pengaturan jadwal, layanan ini dapat melayani beberapa pasien dalam satu hari,” pungkasnya.
Kehadiran APM dan layanan dialisis ini diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan serta menjawab kebutuhan pasien penyakit kronis di Kota Banjarmasin. (sfr/KPO-4)















