Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Sampah Tembus 491 Ton per Hari, Pemkot Banjarmasin Percepat Pemilahan dan Benahi TPA Basirih

×

Sampah Tembus 491 Ton per Hari, Pemkot Banjarmasin Percepat Pemilahan dan Benahi TPA Basirih

Sebarkan artikel ini
IMG 20260103 WA0006 scaled
TINJAU - Wali Kota Banjarmasin Melakukan Peninjauan Ke TPAS Basirih, Jum'at (2/1/2026) (Kalimantanpost.com/nugie)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Persoalan sampah di Kota Banjarmasin masih menjadi pekerjaan besar yang belum tuntas. Setiap hari, volume sampah terus menumpuk hingga menyentuh angka ratusan ton, sementara kapasitas pengelolaan masih menghadapi berbagai keterbatasan di lapangan.

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota Banjarmasin mempercepat langkah penanganan, mulai dari pengurangan sampah di hulu hingga pembenahan tempat pemrosesan akhir. Fokus utama diarahkan pada optimalisasi pemilahan sampah dan perbaikan pengelolaan TPA Basirih.

Kalimantan Post

Wali Kota Banjarmasin, HM Yamin HR, menyebut saat ini produksi sampah di kota berjuluk Seribu Sungai itu mencapai sekitar 491 ton per hari.

Dari jumlah tersebut, hampir separuh masih harus dibawa ke TPA Regional Banjarbakula, sementara sisanya diupayakan ditangani melalui pemilahan dan pengolahan di dalam kota.

Menurutnya, sistem pemilahan menjadi kunci agar beban TPA tidak terus membesar. Karena itu, Pemkot mendorong penambahan alat pemilah dan penguatan TPS 3R agar sampah yang dibuang benar-benar hanya residu.

“Kita tidak bisa terus mengandalkan pembuangan, sampah harus dikurangi dari awal, dipilah, dan dimanfaatkan semaksimal mungkin sebelum masuk ke TPA,” ujar Yamin.

Ia menjelaskan, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan pada tingkat pemilahan sampah. Dengan penambahan belasan alat dan optimalisasi TPS 3R di berbagai titik, Pemkot berharap volume sampah yang dibuang ke TPA bisa ditekan hingga mendekati 50 persen.

Selain pemilahan, pembenahan TPA Basirih juga terus dikebut. Dari total 22 poin evaluasi Kementerian Lingkungan Hidup, sebagian besar telah diselesaikan, dan kini tinggal menyisakan pekerjaan teknis yang berkaitan dengan Detail Engineering Design (DED).

“TPA Basirih masih sangat mungkin dikelola dengan lebih baik, kita sudah siapkan anggaran dan penanganannya dilakukan secara teknis oleh dinas yang kompeten,” kata Yamin.

Baca Juga :  Yayasan Mahatir Mohammad Zain Ulurkan Donasi Rp50 Juta untuk Korban Banjir Balangan

Pekerjaan di TPA Basirih meliputi penataan lahan, pemisahan air lindi dan air hujan, hingga penerapan sistem sanitary landfill secara bertahap. Pemerintah menargetkan proses DED dan pengerjaan fisik bisa rampung pada pertengahan 2026.

Wali Kota menegaskan, langkah ini bukan sekadar mengejar izin operasional, tetapi menjadi bagian dari upaya jangka panjang agar pengelolaan sampah di Banjarmasin lebih tertib, aman bagi lingkungan, dan tidak lagi menimbulkan persoalan baru bagi warga. (nug/KPO-4)

Iklan
Iklan