Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

SAUDARA SEAGAMA

×

SAUDARA SEAGAMA

Sebarkan artikel ini
Ahdiat Gazali Rahman
H AHDIAT GAZALI RAHMAN

Oleh : H. AHDIAT GAZALI RAHMAN

Dalam kehidupan dunia ini, ada beberapa bersaudaraan yang diketahui dan berkembang, dimulai dari bersaudara karena hubungan darah, lahir dari orang tua yang sama, bapak dan ibu sama, saudara sedaerah (tempat kelahiran, baik dalam satu kota, dalam satu daerah, dalam wilayah, dalam satu Negara), dan persudaraan yang diajarkan dalam agama, karena persamaan keyakinan atau agama. Persaudaraan ini yang sangat dianjurkan tetap dilaksanakan. Persaudaraan seagama ini tidak pernah dibatasi oleh kelompok, organisasi, daerah, wilayah, bahkan Negara, seperti hadis Nabi Muhammad SAW, “Perumpamaan orang-orang yang beriman, dalam saling mencintai, saling menyantuni sesama mereka, adalah laksana kesatuan tubuh. Apabila satu bagian dari tubuh itu menderita sakit, maka seluruh badan turut merasakannya”. (Muslim). “Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama si hamba selalu menolong saudaranya”. (Perawi)

Kalimantan Post

Dalam ajaran Islam, persaudaraan bukan hanya sebatas hubungan darah, tetapi juga ikatan keimanan yang menyatukan hati sesama muslim. Dengan memahami hikmahnya, umat Islam akan lebih mudah menjaga keharmonisan dan menumbuhkan kasih sayang di antara sesama. Umat Islam dapat hidup berdampingan dengan damai, saling menolong, serta memperkuat tali silaturahmi yang membawa keberkahan, sebagai pedoman bagi umat Islam agar senantiasa menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut beberapa ulama, persaudaraan sesama muslim diharapkan akan melahirkan hal-hal sebagai berikut, antara lain :

  1. Menumbuhkan rasa saling mencintai karena Allah. Cinta yang dilandasi iman akan membawa ketenangan batin dan memperkuat hubungan spiritual. setiap muslim diajak untuk menumbuhkan rasa kasih tanpa pamrih. Cinta karena Allah tidak mengenal batas harta, kedudukan, atau suku bangsa. Ia tumbuh karena adanya keimanan yang sama dan tujuan yang satu, yaitu mencari ridha Allah SWT.
  2. Memperkuat solidaritas dan gotong royong. Menumbuhkan kesadaran untuk saling membantu dan bekerja sama dalam kebaikan. Menciptakan lingkungan sosial yang saling menolong, menjadikan umat Islam kuat secara kolektif dan sulit digoyahkan oleh ujian, membantu fakir miskin, membersihkan lingkungan, hingga mendukung kegiatan keagamaan. Gotong royong yang dilandasi iman akan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat. Bukankah memperkuat solidaritas menjadi kunci terbentuknya masyarakat yang harmonis, adil, dan penuh kasih sayang.
  3. Menumbuhkan sikap toleransi dan menghindari permusuhan. Perbedaan adalah hal yang wajar. Namun, Islam mengajarkan agar perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan. Menghormati perbedaan, karena pendapat, mazhab, dan kebiasaan selama tidak bertentangan dengan syariat. Toleransi tidak berarti menyamakan semua hal, tetapi menghargai dengan bijaksana.
  4. Menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial. Menumbuhkan empati dan ke pedulian sosial di tengah umat. Merasakan penderitaan saudaranya, Diajak untuk peka terhadap keadaan sekitar. Kepedulian sosial merupakan cerminan keimanan yang kuat. yang sejati tidak berhenti pada ucapan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata seperti membantu yang membutuhkan, menyantuni anak yatim, atau memberi semangat kepada yang sedang diuji..
  5. Menjadi sarana penguat iman dan amal saleh. Setiap muslim akan saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Memperbaiki diri. Lingkungan yang baik agar menumbuhkan semangat untuk terus beribadah, beramal saleh, menjauhi segala maksiat. Ketika iman melemah, sahabat dan saudara seiman hadir untuk mengingatkan dan menguatkan.
  6. Meningkatkan keberkahan hidup dan rezeki. Mencintai hamba-hamba-Nya yang hidup dalam kasih sayang dan saling tolong-menolong. Allah akan me nurunkan rahmat dan melapangkan rezeki bagi mereka. Keberkahan muncul karena adanya kerjasama dan saling mendukung dalam kebaikan. Rezeki tidak hanya berupa harta, tetapi juga ketenangan hati, kebahagiaan keluarga, dan ke berhasilan dalam kehidupan.
  7. Mendapatkan ridha dan pahala dari Allah SWT. Mendapatkan ridha dan pahala dari Allah SWT. Persaudaraan yang dijalin karena Allah adalah amal besar yang dicintai-Nya.
Baca Juga :  IBADAH YANG DITERIMA
Iklan
Iklan