Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Sekdaprov Kalsel Dampingi Menteri Sosial Tinjau Pengungsian Banjir di Sungai Tabuk Kabupaten Banjar

×

Sekdaprov Kalsel Dampingi Menteri Sosial Tinjau Pengungsian Banjir di Sungai Tabuk Kabupaten Banjar

Sebarkan artikel ini
IMG 20260105 WA0002

MARTAPURA, Kalimantanpost.com – Gubernur Kalsel H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan H. Muhammad Syarifuddin mendampingi Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat meninjau pengungsi banjir di Puskesmas Desa Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Minggu (4/1/2026) pagi.

Muhammad Syarifuddin mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus melakukan pendampingan dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten serta kementerian terkait sejak banjir melanda wilayah Sungai Tabuk.

Kalimantan Post

“Pemprov Kalsel memastikan seluruh penanganan berjalan di lapangan. Kami mendampingi pemerintah kabupaten, mulai dari pengungsian, distribusi logistik, sampai pendataan untuk tahap pemulihan nanti,” ujar Syarifuddin.

Sekdaprov menyebut, kehadiran Menteri Sosial ke lokasi terdampak banjir menjadi penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah agar bantuan yang disalurkan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung kondisi pengungsian yang saat ini dihuni 218 jiwa dari 79 kepala keluarga. Pemprov Kalsel, lanjut Sekda, juga memastikan kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil mendapat perhatian khusus.

“Yang penting saat ini kebutuhan dasar masyarakat aman dulu. Soal lanjutan, Pemprov siap mengawal proses asesmen sampai ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi,” katanya.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa Kementerian Sosial telah menyiapkan berbagai dukungan bagi pengungsi selama masa kedaruratan.

“Setiap di masa-masa kedaruratan, memang kita sediakan dukungan logistik, baik itu makanan siap saji, pakaian, kemudian tenda, atau juga kasur, atau hal lain yang memang dibutuhkan oleh para pengungsi. Sambil kita sediakan dapur umum dan layanan psikososial,” ujar Gus Ipul.

Menurutnya, penanganan banjir di Sungai Tabuk merupakan hasil kerja bersama antara Kementerian Sosial dan pemerintah daerah.

“Kita lihat saudara-saudara kita yang masih ada di pengungsian dan apa yang ada di sini, baik itu dapur umum, tempat pengungsian. Ini adalah kerjasama antara Kementerian Sosial dengan pemerintah daerah dalam hal ini Kabupaten Banjar, tentu dibantu juga oleh TNI dan Polri,” katanya.

Baca Juga :  Golkar Diminta Arahkan Reses ke Daerah Terdampak Banjir

Gus Ipul menjelaskan bahwa pemerintah memiliki mekanisme penanggulangan bencana secara berjenjang, mulai dari evakuasi hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Bagi yang meninggal dunia ada santunan Rp15 juta yang diterima oleh ahli waris. Kemudian ada dukungan bagi yang luka-luka berat itu sebesar Rp5 juta,” jelasnya.
Pada tahap rekonstruksi, rumah warga akan diklasifikasikan ke dalam kategori rusak berat, sedang, dan ringan. Pemerintah juga menyiapkan hunian sementara bagi warga dengan rumah rusak berat.

“Nah setelah itu nanti jika memang dibutuhkan tentu akan ada huntara (hunian sementara). Ini kan tempat pengungsian, tapi nanti juga ada bantuan untuk menunggu rumah-rumah yang rusak berat bisa dibangun kembali,” kata Gus Ipul.

Selain itu, keluarga terdampak akan memperoleh bantuan lanjutan dari Kementerian Sosial.

“Melalui Kemensos, pemerintah membantu untuk membeli isian rumah sebesar Rp3 juta per keluarga. Kita juga akan membantu untuk kebutuhan hidup terutama dalam membeli lauk-lauk sebesar Rp450 ribu rupiah per orang per bulan, selama 3 bulan. Ini untuk mendukung keluarga terdampak bisa secara bertahap pulih,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan pemberdayaan ekonomi juga diberikan.

“Jadi yang Rp3 juta dan Rp5 juta itu sekali diberikan, sementara yang untuk jaminan hidup tadi diberikan selama tiga bulan,” jelas Gus Ipul.

Salah satu pengungsi, Masjulia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan pemerintah.

“Saya mewakili seluruh yang ngungsi mengucapkan banyak-banyak terima kasih. Selama saya di sini sangat terbantu, terutama masalah makan, minum kami sangat terbantu. Apalagi kami dapat kasur, selimut dan sembako,” pungkasnya.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut, DPD RI Muhammad Hidayatullah, Wakil Bupati Banjar Said Idrus dan Sekretaris Kabupaten Banjar Yudi Andrea serta jajaran pejabat Kemensos.

Baca Juga :  Banua Center Integrity Desak Negara Lakukan Audit Lingkungan

Usai meninjau pengungsian, rombongan kemudian bergeser ke Balai Besar Pendidikan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Banjarmasin (BBPPKS) yang letaknya di Jalan Trikora Banjarbaru, disana Gus Ipul didampingi Sekda meninjau kesiapan Sekolah Rakyat, dan kemudian dilanjutkan penerbangan ke Jakarta. (Fud/KPO-1)

Iklan
Iklan