Pelaihari, KP – Masyarakat Kabupaten Tanah Laut diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya intensitas cuaca ekstrem di awal tahun 2026.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengeluarkan peringatan keras terkait potensi bencana hidrometeorologi, termasuk fenomena berbahaya “wisata air dadakan” di lokasi banjir.
Berdasarkan data prakiraan cuaca per Senin (12/1), hampir seluruh kecamatan di Tanah Laut kini berstatus waspada. Potensi hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang diprediksi akan terus membayangi wilayah tersebut, terutama pada dini hari.
Kepala Pelaksana BPBD Tanah Laut, Aspi, menjelaskan bahwa kenaikan suhu air laut saat ini memicu pembentukan awan hujan yang sangat masif. Dinamika atmosfer ini berisiko tinggi menimbulkan banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung.
Namun, perhatian khusus BPBD tertuju pada kebiasaan warga yang menjadikan lokasi banjir sebagai tempat bermain. Aspi menekankan agar masyarakat tidak terlena oleh euforia sesaat yang justru dapat mengancam nyawa.
“Kami mengimbau dengan sangat, utamakan keselamatan diri. Terkait fenomena wisata air dadakan yang sering terjadi, tolong awasi anak-anak dengan ketat,” tegas Aspi.
Ia juga meminta warga yang beraktivitas di air untuk menggunakan pelampung dan menjauhi area dengan arus deras.
“Jika terjadi keadaan darurat, segera hubungi tim rescue atau aparat pemerintah setempat,” tambahnya.
Kondisi atmosfer di Tanah Laut saat ini tercatat cukup ekstrem dengan tingkat kelembapan mencapai 99% di wilayah seperti Kecamatan Bajuin dan Kintap. Suhu udara berada pada kisaran 22°C hingga 28°C, sementara di wilayah perairan, tinggi gelombang terpantau mencapai 1,25 meter dengan kecepatan angin 14 knot.
BPBD meminta masyarakat tetap tenang namun sigap, mengingat cuaca ekstrem dapat berubah sewaktu-waktu dalam hitungan menit. (rzk/K-6)














