Martapura, KP – Pemkab Banjar kembali menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak di Kecamatan Sungai Tabuk dan Astambul. Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan guna memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
Pemkab Banjar terus mengoptimalkan distribusi bantuan logistik ke sejumlah wilayah terdampak banjir melalui koordinasi lintas perangkat daerah. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penguatan penanganan bencana agar bantuan dapat diterima masyarakat secara merata, tepat sasaran dan tepat waktu.
Di Kecamatan Sungai Tabuk, bantuan logistik disalurkan ke tiga desa, yakni Gudang Hirang 900 paket, Sungai Bakung 550 dan Abumbun Jaya 550 paket. Sementara di Kecamatan Astambul, bantuan diberikan kepada warga desa Pingaran Ulu sebanyak 560 dan Pingaran Ilir 547 paket.
Untuk memastikan penyaluran berjalan efektif, distribusi bantuan dibagi menjadi dua tim. Tim pertama dimotori Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) dengan pendampingan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Tim kedua dipimpin Sekretaris Daerah didampingi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, Satpol PP serta organisasi perangkat daerah terkait lainnya.
Guna mendukung kelancaran distribusi, Pemkab Banjar mengerahkan armada kendaraan dari sejumlah OPD. Meski penyaluran berlangsung hingga malam hari dan petugas harus menyusuri wilayah dengan genangan air hampir setinggi paha orang dewasa, hal tersebut tidak menyurutkan semangat tim di lapangan untuk memastikan bantuan diterima langsung masyarakat terdampak.
Penyaluran logistik ini merupakan bagian dari mekanisme penanganan bencana yang telah berjalan sejak awal masa tanggap darurat. Seluruh kegiatan distribusi dilakukan berdasarkan hasil pendataan kebutuhan di lapangan serta koordinasi lintas perangkat daerah agar bantuan tersalurkan secara berkesinambungan sesuai kondisi masyarakat.
Sekdakab H Yudi Andrea pada konferensi pers di Aula Mini Barakat, Martapura, Sabtu (10/01/2026) memastikan seluruh dapur umum tetap beroperasi hingga status tanggap darurat berakhir.
“Kami menjamin kebutuhan masyarakat tetap terlayani,” ujarnya.
Kalak BPBD Wasis Nugraha menambahkan, hingga saat ini sebanyak 124 desa dan kelurahan di 10 kecamatan masih terdampak banjir, dengan jumlah pengungsi mencapai 2.879 jiwa.
“Oleh karena itu, sesuai hasil rapat tim, status tanggap darurat diperpanjang selama tujuh hari kedepan,” kata Wasis.
Pihaknya terus mendorong pembagian paket bantuan kepada masyarakat terdampak dengan melibatkan berbagai unsur.“Alhamdulillah, pemerintah juga didukung seluruh elemen masyarakat, baik organisasi kemasyarakatan, legislatif maupun seluruh jajaran SKPD yang rutin menyalurkan bantuan hingga hari ini,” tandasnya. (Wan/K-3)














