Martapura, KP – Bupati H Saidi Mansyur meninjau sejumlah desa terdampak banjir di Kecamatan Astambul. Dari sekitar 22 desa yang terdampak, Desa Pasar Jati dan Jati Baru menjadi wilayah dengan dampak paling luas akibat tingginya genangan air.
Dalam kunjungannya, Bupati menyerahkan bantuan kepada warga di Desa Pasar Jati. Sementara untuk Desa Jati Baru, bantuan diserahkan secara estafet melalui aparat setempat karena kondisi wilayah yang saling berdekatan dan masih tergenang.
“Dua desa ini yang paling besar terdampak, meskipun pada dasarnya seluruh desa di Astambul terkena dampak banjir,” ujar Saidi, Kamis (01/01/2026).
Dia menyebutkan, di wilayah Astambul Seberang kondisi air mulai berangsur surut dengan ketinggian genangan berkisar 20 hingga 30 sentimeter. Faktor cuaca cerah diharap mempercepat surutnya air.
Saidi juga mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama di wilayah yang rawan genangan. Menurutnya, banjir yang terjadi merupakan siklus tahunan akibat curah hujan tinggi, yang pada tahun ini terjadi dua kali, yakni Januari dan Desember.
Menanggapi permintaan warga terkait kebutuhan air bersih untuk memasak, pemerintah daerah berkomitmen untuk berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk PDAM, guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Jika diperlukan, distribusi air bersih dilakukan.
Terkait potensi banjir susulan di wilayah hilir seperti Munggu Raya, Bupati menjelaskan, kenaikan air memang bervariasi dari hulu ke hilir. Munggu Raya diperkirakan menjadi salah satu wilayah dengan genangan terlama.
“Pemkab Banjar telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir. Kami memerintahkan BPBD dan Dinas Sosial P3AP2KB memaksimalkan penyaluran logistik serta membuka dapur umum di sejumlah titik yang membutuhkan,” ungkapnya.
Untuk penanganan pasca banjir, Dinas Pekerjaan Umum juga diminta melakukan pendataan terhadap dampaknya, termasuk kerusakan lahan pertanian dan infrastruktur.
“Banjir ini tidak hanya terjadi di 6 sampai 7 Kecamatan, tetapi mencapai 16 Kecamatan dengan tingkat genangan yang berbeda-beda,” jelasnya.
Melalui koordinasi lintas sektor bersama TNI, Polri, Camat dan Kepala Desa, sambungnya, Pemkab Banjar berkomitmen memberikan perlindungan sosial, menjaga keamanan serta memastikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. (wan/k-5)














