BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Syukur tidak semestinya dimaknai sebatas limpahan harta dan materi. Hal tersebut disampaikan Ust H Husaini Sahlan dalam kajian rutin ba’da Subuh yang digelar hari ini di Masjid Muhammadiyah Sungai Miai.
Dalam tausiahnya, Ustaz Husaini mengingatkan bahwa manusia kerap lalai dalam bersyukur karena menganggap nikmat hanya diukur dari banyaknya harta. Padahal, menurutnya, nikmat paling besar yang sering dilupakan adalah nafas dan kehidupan itu sendiri.
“Jika seseorang diberi uang satu miliar rupiah, tetapi keesokan harinya tidak lagi bisa bernapas, tentu nikmat itu tidak akan berarti apa-apa. Nafas jauh lebih berharga dibandingkan harta berapa pun, karena uang tidak akan pernah bisa menggantikan satu tarikan nafas,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia menambahkan, sejak bangun tidur pun umat Islam telah diajarkan untuk bersyukur melalui doa Alhamdulillahilladzi ath‘amana wasaqana waja‘alana minal muslimin. Hal tersebut menjadi pengingat bahwa nikmat Allah hadir sejak hal paling dasar dalam kehidupan manusia.
Tidak hanya saat lapang, Ustaz Husaini juga menekankan pentingnya bersyukur ketika ditimpa musibah. Menurutnya, syukur dan sabar merupakan sikap utama seorang hamba dalam menghadapi ujian kehidupan.
“Allah menjanjikan tambahan nikmat bagi siapa saja yang pandai bersyukur. Di balik setiap musibah, pasti ada hikmah yang harus dihadapi dengan rasa syukur dan kesabaran,” tuturnya.
Kajian rutin ba’da Subuh ini diikuti jamaah dengan khidmat. Selain menjadi sarana menambah ilmu keagamaan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat keimanan dan keteguhan umat dalam menjalani berbagai kondisi kehidupan. (sfr/KPO-4).














