Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalteng

Wagub Edy Pratowo Bersama Wakil Walikota Achmad Zaini Ikuti Panen Raya

×

Wagub Edy Pratowo Bersama Wakil Walikota Achmad Zaini Ikuti Panen Raya

Sebarkan artikel ini
IMG 20260107 WA0030 e1767785650972
PANEN RAYA - Wagub Kalteng Edy Pratowo saat berdialog dengan kelompok tani pada panen raya di Kelurahan Bukit Tunggal, Palangka Raya. (Kalimantanpost.com/darity).

PALANGKA RAYA, Kalimantanpost.com – Pemerintah Privinsi Kalteng bersama Pemko Palangka Raya ikuti panen raya dan pengumuman swasembada Pangan, bersama Presiden bersama jutaan petani seluruh Indonesia, Rabu (7/1/2025).

Pada acara secara zoom di salah satu lokasi Kelompok Tani (Poktan) Kelurahan Bukit Tunggal Palangka Raya jajaran Pemprov dihadiri Wagub Kalteng Edy Pratowo bersama unsur Forkompimda, dan kepala dinas/instansi terkait lainnya.

Kalimantan Post

Pemko dihadiri Wakil Walikota Palangka Raya Achmad Zaini dan pejabat terkait lainnya.

Di acara tersebut Wagub menyerahkan bantuan perontok padi untuk Kelompok Tani Sedulur dan diisi dengan tanya-jawab.

Mewakil Poktan Sedulur, Sumedi, mengatakan, Poktan di daerah itu bisa berproduksi maksimal asalkan disediakan sarana produksi.

“Kita dukung Kota Palangka Raya jadi tuan rumah Peda, dan terimakasih atas dukungan Walikota dan Wakil Walikota menyukseskan usaha kami sebagai petani,” katanya.

Diungkapkan, masalah utama adalah drainase, karena sering kebanjiran saat musim hujan dan air ini terbendung.

“Kami petani padi, kenapa kami tanam padi karena dibimbing dan dibantu Dinas terkait, dan disini banyak petani andalan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KTNA Kota Palangka Raya, Abdul Kadirnor mengaku keluhan petani pada umumnya di daerah tersebut diantaranya jalan akses menuju areal usaha, dan angkutan hasil produksi jenis tosa, hand traktor untuk pengolahan lahan.

“Hampir 250 poktan dengan anggota masing2 poktan 10-20 orang dan prestasi KTA Kalteng juara umum Penas di Padang,” katanya.

Kapolda Irjen.Pol Iwan Kurniawan juga mengungkapkan produksi kedelai pada tahun lalu sebanyak 22.000 ton, kini turun menjadi 11.000 ton.

“Namun karena ada keterlibatan kepolisian ada kenaikan sebesar 10.000 ton, namun ada kecendrungan petani enggan tanam jagung, karena alih fungsi jadi sawit,” ucapnya.

Baca Juga :  Arus Mudik Nataru di Kalteng Capai 150.356 Penumpang.

“Realisasi SPPG baru 30, tapi kekurangan sayur, disarankan petani menanam sayuran, namun padi jangan dialihkan,” ujarnya.

Wakil Walikota Kota Achmad mengaku ditargetkan seluas 3.000 hekter, tapi setelah di cek lokasinya struktur lahannya bergambut tebal, sehingga hanya 30 persen bisa ditanam.

“Tapi bila gambut diolah sebaik mungkin sangat baik untuk pertanian,” ujarnya.

Wagub Edy Pratowo menambahkan, semua usulan sudah dijawab Wakil Walikota dan Kapolda untuk mendukung program swasembada pangan mendapat perhatian serius Provinsi Kalteng sebagai program strategis nasional.

Program untuk 2026 seluas 33.300 hektare dengan anggaran Rp1,17 triliun, untuk penyerapan jagung diarahkan ke pabrik pakan ternak di Parenggean, dan Pemprov juga sedang membangun pabrik rice mailing, untuk menjaga inflasi. (drt/KPO-4).

Iklan
Iklan