Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Wali Kota Banjarmasin Banjir di Sungai Lulut, 15 KK Dievakuasi

×

Wali Kota Banjarmasin Banjir di Sungai Lulut, 15 KK Dievakuasi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260103 WA0025 e1767428278288
Wali Kota Banjarmasin H. M Yamin HR Melakukan Peninjauan Kepada Warga Sungai Lulut Yang Terdampak Banjir, Sabtu (3/2/2026). (Kalimantanpost.com/Nugie)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin turun langsung meninjau lokasi banjir di kawasan Jalan Rahayu, Komplek Pembina 4 Ujung, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, Sabtu (3/1/2026) pagi. Kawasan tersebut menjadi salah satu titik terdampak banjir terparah dalam beberapa hari terakhir.

Dari pantauan di lapangan, ketinggian air di permukiman warga mencapai setengah lutut hingga hampir selutut orang dewasa. Bahkan pada malam hari, genangan dilaporkan sempat meningkat dan merendam rumah warga lebih dalam.

Kalimantan Post

Kondisi tersebut memaksa sejumlah warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Sebuah musala di lingkungan setempat difungsikan sebagai posko pengungsian sementara bagi warga terdampak.

Dalam kunjungan itu, Wali Kota didampingi Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Neli Listriani serta Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin Husni Thamrin. Selain memastikan kondisi warga, rombongan juga menyalurkan bantuan logistik berupa selimut dan kebutuhan dasar lainnya.

Muhammad Yamin menyampaikan keprihatinannya atas banjir yang kembali melanda kawasan perbatasan tersebut. Ia menegaskan, persoalan banjir di Sungai Lulut tidak bisa ditangani oleh satu daerah saja.

“Di kawasan ini ada sedikitnya lima alur sungai yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjar, kalau ingin hasilnya maksimal, penanganannya harus dilakukan bersama,” ujar Yamin di sela peninjauan.

Menurutnya, banjir di Banjarmasin tidak hanya dipicu air pasang, tetapi juga kiriman dari wilayah hulu yang lebih dulu tergenang. Hal itu membuat wilayah perbatasan seperti Sungai Lulut menjadi titik paling rentan.

Ia pun mendorong normalisasi dan revitalisasi sungai dilakukan secara terencana dan lintas wilayah. Pemerintah Kota Banjarmasin, kata Yamin, siap berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten sekitar agar aliran sungai saling terhubung dan berfungsi optimal.

“Pekerjaan sungai tidak bisa setengah-setengah, waktunya juga harus tepat, idealnya dilakukan saat musim kemarau supaya hasilnya benar-benar terasa,” jelasnya.

Baca Juga :  Mensos Tinjau Pengungsi Korban Banjir di Sungai Tabuk

Selain itu, Yamin juga menyinggung pentingnya penataan drainase dan ketertiban bangunan di bantaran sungai. Ia mengingatkan, penyempitan sungai akibat bangunan yang menjorok ke alur air hanya akan memperparah banjir.

“Kalau sungai makin sempit, dampaknya pasti kembali ke warga, pemerintah dan masyarakat harus sama-sama menjaga,” tegasnya.

Sebagai langkah darurat, Wali Kota menginstruksikan camat dan lurah setempat untuk menyiapkan dapur darurat guna memenuhi kebutuhan makan warga yang mengungsi. BPBD juga diminta terus siaga menghadapi potensi kenaikan air.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin, Husni Thamrin, menjelaskan banjir di Sungai Lulut didominasi oleh air kiriman dari daerah hulu, seperti Martapura. Posisi geografis kawasan ini membuatnya menjadi titik pertama yang menerima limpasan air.

“Begitu daerah hulu banjir, Sungai Lulut pasti terdampak lebih dulu, dari sini, air bisa meluas ke Pemurus Baru hingga kawasan Jalan Pramuka,” ungkap Husni.

Hingga Sabtu malam, BPBD mencatat sebanyak 15 kepala keluarga dengan total puluhan jiwa telah dievakuasi ke lokasi aman. Evakuasi dilakukan setelah ketinggian air terus meningkat dan mulai membahayakan keselamatan warga.

“Sebagian warga awalnya enggan dievakuasi, tapi setelah kami jelaskan risikonya, akhirnya bersedia. Keselamatan tetap jadi prioritas,” pungkas Husni. (nug/KPO-3)

Iklan
Iklan