MARTAPURA, Kalimantanpost.com – Warga Desa Tajau Landung, Kabupaten Banjar, meminta pemerintah setempat segera membangun siring atau saluran air permanen sebagai solusi penanganan banjir yang hingga kini masih merendam wilayah mereka.
Banjir tersebut telah berlangsung lebih dari dua pekan dan belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Desa Tajau Landung diketahui merupakan jalur penghubung strategis antar kecamatan dan lintas kabupaten, yakni Kecamatan Martapura Barat, Cintapuri, serta Jejangkit di Kabupaten Barito Kuala. Namun kondisi banjir yang berkepanjangan membuat aktivitas masyarakat lumpuh dan akses antarwilayah terganggu.
Selain menggenangi permukiman, banjir juga mulai berdampak pada kesehatan warga. Sejumlah masyarakat dilaporkan mengalami penyakit akibat genangan air yang terus bertahan di sekitar rumah mereka.
Tak hanya itu, warga juga mulai mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pokok. Saat ini, masyarakat Desa Tajau Landung dilaporkan kekurangan beras sebagai bahan pangan utama, seiring terbatasnya distribusi akibat banjir.
Kepala Lingkungan Desa Tajau Landung, Abdul Hakim, mengatakan wilayah yang paling parah terdampak berada di RT 1. Di kawasan tersebut terdapat sekitar 100 jiwa yang terdampak langsung oleh banjir.
“Kalau secara keseluruhan, ada sekitar 400 rumah warga di Desa Tajau Landung yang terdampak musibah banjir,” ujar Abdul Hakim.
Ia menegaskan, mengingat posisi desa yang menghubungkan beberapa kecamatan bahkan antar kabupaten, penanganan banjir seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah.
Menurutnya, pembangunan siring sangat diperlukan agar aliran air lebih tertata dan banjir tidak terus berulang.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian, baik melalui bantuan darurat untuk kebutuhan pokok dan kesehatan, maupun langkah konkret berupa pembangunan infrastruktur pengendalian banjir.
“Semoga kondisi ini segera ditanggapi oleh pemerintah setempat, karena masyarakat sudah cukup lama terdampak,” pungkasnya. (sfr/KPO-4)














