Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINEInternasional

Al Falah Ploso Kediri Toreh Sejarah “Khatmil Sahih Bukhari” di Komplek  Sang Imam 

×

Al Falah Ploso Kediri Toreh Sejarah “Khatmil Sahih Bukhari” di Komplek  Sang Imam 

Sebarkan artikel ini
IMG 20260208 WA0014
KH Nurul Huda Djazuli beserta putranya Gus Kautsar didampingi Gus Miftah saat berkunjung ke Museum Imam Bukhari disela persiapan Khatmil Sahih Bukhari Sabtu (7/2). (Kalimantanpost.com/Rofi)

SAMARKAND, Kalimantanpost.com – Dalam suasana khidmat yang dibalut isak tangis haru, sebuah babak sejarah baru ditorehkan oleh keluarga besar Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur. Untuk pertama kalinya dalam 90 tahun tradisi intelektualnya, khatam (penyelesaian pembacaan) Kitab Sahih Bukhari dilaksanakan langsung di Kompleks Makam Imam Bukhari, Sabtu (7/2) di kota Samarkand, Uzbekistan.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh ulama kharismatik, KH. Nurul Huda Jazuli, ini bukan sekadar ritual keagamaan biasa. Ini adalah puncak dari perjalanan spiritual dan akademis sebuah pesantren yang telah setia menjaga sanad keilmuan Hadis selama hampir satu abad.

Kalimantan Post

Didampingi putranya, Gus Al-Kautsar, serta 89 santri pilihan, Kyai Huda menuntaskan khatam ke-41 yang ditandai dengan pembacaan hadis pertama dan terakhir dari kitab monumental karya Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari yang dikenal dengan gelar Amirul Mukminin fil Hadits. 

Kehadiran rombongan pesantren asal Jawa Timur ini mendapat sambutan hangat dari pihak Uzbekistan yaitu Feruz Dodiev, Penasihat Ketua Komite Wisata Uzbekistan, Rustam Kabilov Wakil Gubernur Samarkand dan Shovosil Ziyodov, Direktur Pusat Kajian Ilmiah Internasional Imam Bukhari serta didampingi Dubes RI untuk Uzbekistan Siti Ruhaini Dzuhayatin serta Penasihat Presiden RI bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan Gus Miftah.  

“Ini adalah anugerah dan kehormatan yang tak terkira. Membaca kitab gurunya para ahli hadis, di komplek  pusaranya. Seolah kami menyambung rantai ilmu yang terputus oleh jarak antar bangsa,” ujar Kyai Huda dengan suara bergetar, sesaat setelah acara.

Prof. Shovosil Ziyodov, Direktur Pusat Kajian Ilmiah Imam Bukhari, menyatakan acara pembacaan Khatmil Sahih Bukhari ini menandai era baru persaudaraan ilmiah antara kedua negara.

Baca Juga :  Wagub Kalsel: Presiden Ingin Program Nasional Berjalan Linier dengan Kebutuhan Daerah

“Kedatangan Pondok Pesantren Al Falah Ploso adalah sejarah baru. Ini menunjukkan betapa kuat dan hidupnya tradisi keilmuan Imam Bukhari di Indonesia, dan betapa erat hubungan cendekiawan dan ulama Uzbekistan-Indonesia,” papar Prof. Ziyodov dalam sambutannya.

Tradisi mengkhatamkan Sahih Bukhari di Pesantren Al Falah Ploso sendiri telah berjalan turun-temurun sejak pondok didirikan pada 1925 dan menjadi ruh dalam pengabdiannya mewarnai pendidikan Islam Indonesia. Menyelesaikan pembacaan kitab yang berisi 7563 hadis shahih secara rutin itu tentu bukan pekerjaan mudah dan memerlukan komitmen dan konsistensi yang kuat.

Suasana saat pembacaan hadis terakhir begitu mendalam. Seluruh peserta, dengan mata berkaca-kaca, menyimak dengan khusyuk. Rasanya, waktu seakan berhenti, menyatukan para santri dari Kediri dengan sang Imam Besar ahli hadis, di tanah Samarkand. 

Perjalanan spiritual ini tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga besar Al Falah Ploso, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa tradisi pesantren Indonesia memiliki akar keilmuan yang kokoh dan dihormati di pusat peradaban Islam dunia. 

Menurut Feruz Dodiev, Khatam bersejarah ini menandai akan segeranya diresmikan kembali komplek Imam Bukhari di tahun 2026 setelah ditutup untuk renovasi dalam 5 tahun terakhir. 

Dodiev mengharapkan kedatangan Al Falah Ploso menjadi pemantik semakin besarnya minat warga Indonesia ke Uzbekistan melakukan perjalanan yang menyenangkan namun sarat ilmu dan makna. 

” Berikan kesan dan saran anda tentang Uzbekistan, saran positif atau negatif kami terima , agar kami dapat melayani lebih baik untuk WNI yang berkunjung ke Uzbekistan” tukas Dodiev.(rfz/KPO-1)

Iklan
Iklan