Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Internasional

Arus Kunjungan Wisatawan Indonesia ke Uzbekistan Melonjak Signifikan

×

Arus Kunjungan Wisatawan Indonesia ke Uzbekistan Melonjak Signifikan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260223 173526 e1771839404957
Dr Shakhzod Islamov – Deputi Direktur Imam Maturidi Scientific Research Center sesaat ketika diwawancarai di Tashkent (21/02).

TASHKENT, KalimantanPost.com – Dalam beberapa tahun terakhir, Uzbekistan telah menjadi destinasi yang semakin menarik bagi wisatawan Indonesia, khususnya mereka yang memiliki ketertarikan akan sejarah dan warisan budaya Islam klasik.

Pada tahun 2024, jumlah kunjungan wisatawan Indonesia ke Uzbekistan tercatat mencapai 9.031 orang, menunjukkan peningkatan hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang sekitar 5.100 orang.

Kalimantan Post

Sementara pada tahun 2026, dengan visi Presiden Shavkat Mirziyoyev untuk menjadikan Uzbekistan pusat perdamaian dan keberagaman, direncanakan 100.000 wisatawan Indonesia akan berkunjung seiring dengan segera diresmikannya Kompleks Imam Bukhari di Samarkand.

Data peningkatan kunjungan tersebut juga didukung oleh laporan resmi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia serta statistik dari Uzbekistan terkait pengajuan visa elektronik yang menunjukkan tren positif dari negara-negara Asia, khususnya Indonesia.

Hal ini menandai momentum baru dalam hubungan pariwisata kedua negara, yang selain memperkuat hubungan bilateral juga membuka peluang ekonomi baru di sektor pariwisata budaya dan spiritual.

Dr. Shakhzod Islamov, Deputi Direktur Imam Maturidi Scientific Research Center, dalam wawancara eksklusif dengan Kalimantan Post di Tashkent (21/2) menyatakan lonjakan ini mencerminkan semakin dalamnya minat masyarakat Indonesia terhadap kekayaan sejarah dan spiritual yang ditawarkan oleh Uzbekistan, terutama kaitannya dengan warisan spiritual Imam Bukhari, Imam Tirmidzi, Imam Maturidi dan Bahaudin Naqsabandi.

“Kami melihat ada peningkatan minat yang luar biasa dari Indonesia, termasuk ke komplek Imam Maturidi yang meski saat ini tengah ditutup untuk renovasi, minat masyarakat Indonesia untuk berziarah kesana tak pernah surut”.

Dr Islamov menjelaskan lonjakan bukan hanya dari segi kuantitas, tetapi juga kualitas. Lebih dari sekadar ziarah, kunjungan wisatawan Indonesia kini juga menjadi jalan bagi kolaborasi akademik dan budaya lintas negara. Pusat Penelitian Ilmiah Internasional Imam Maturidi di Tashkent misalnya telah menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi Islam di Indonesia, termasuk Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Baca Juga :  Mantan Pangeran Inggris, Andrew Ditangkap Polisi

Program fellowship, konferensi internasional, serta pertukaran peneliti telah berlangsung secara rutin, menandai kebangkitan kembali hubungan intelektual yang pernah terjalin kuat pada abad ke-14–15 melalui jalur perdagangan dan pertukaran ilmu.

Disinggung tentang proyek revitalisasi kompleks Makam Imam Maturidi, yang sedang dalam proses pembangunan sebagai kota ilmu abad ke-21. Pria yang pernah berkunjung ke Indonesia Juli tahun lalu ini menjelaskan bahwa Komplek Imam Maturidi kelak akan menjadikan pusat dialog lintas budaya, pelatihan pemikir Islam moderat, dan pusat dokumentasi ilmu hadis serta aqidah yang berbasis digital.

“Renovasi komplek makam Imam Maturidi saat ini dilakukan secara hati-hati, dengan mempertimbangkan nilai-nilai historis, budaya, dan spiritual, serta melibatkan para ahli arkeologi, arsitek, dan ulama dari berbagai negara” jelasnya.

Seiring dengan itu, Uzbekistan juga memperkuat promosi melalui platform digital dan media sosial, menjangkau komunitas Muslim muda Indonesia yang semakin tertarik pada sejarah dan akar peradaban Islam di wilayah Asia Tengah.

Dalam pengamatan Kalimantan Post, Uzbekistan juga terlihat semakin berbenah untuk memperluas layanan khusus bagi wisatawan Indonesia, termasuk penerjemah bilingual (Bahasa Indonesia dan Rusia/Inggris) di bandara dan situs sejarah utama, serta kerja sama dengan perusahaan travel lokal di Jakarta dan Surabaya untuk menyediakan paket ziarah religius terintegrasi termasuk dengan paket umrah plus.

Selain itu faktor kemudahan pengurusan visa elektronik dan kerja sama bilateral di bidang pariwisata antara Indonesia dan Uzbekistan pun semakin mempermudah akses masyarakat Indonesia untuk menjelajahi negeri di Asia Tengah ini.(Rof/KPO-1)

Iklan
Iklan