Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Benahi Hulu hingga Hilir, PAM Bandarmasih Gaspol Pemerataan Air di Banjarmasin

×

Benahi Hulu hingga Hilir, PAM Bandarmasih Gaspol Pemerataan Air di Banjarmasin

Sebarkan artikel ini
IMG 20260217 WA0011 e1771287166241

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Pemerataan layanan air bersih di Kota Banjarmasin mulai masuk fase serius. PAM Bandarmasih resmi menyiapkan tujuh program strategis yang akan dijalankan bertahap sepanjang 2026 hingga 2027. Program ini diarahkan untuk menjawab persoalan klasik distribusi air yang selama ini belum merata di seluruh wilayah pelayanan.

Plh Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, menyebut langkah ini bukan sekadar rencana di atas kertas. Seluruh program dirancang berbasis kondisi riil lapangan, dengan tujuan utama memastikan seluruh pelanggan mendapatkan akses air bersih yang adil, stabil, dan aman.

Kalimantan Post

Menurutnya, tahun 2026 akan menjadi fase krusial. Fokus utama diarahkan pada perbaikan layanan di wilayah Banjarmasin Utara dan Banjarmasin Barat yang selama ini masih kerap mengalami gangguan tekanan dan kontinuitas suplai.

“Ini bukan kerja instan, tapi kerja bertahap yang harus konsisten,” ujar Zulbadi.

Perbaikan dilakukan menyeluruh dari hulu hingga hilir. Di sisi hilir, PAM Bandarmasih menyiapkan jaringan pipa distribusi utama sebagai tulang punggung penyaluran air, sementara di sisi hulu, kesiapan air baku, sistem perpompaan, serta kelistrikan menjadi perhatian utama agar distribusi tidak tersendat.

Zulbadi menegaskan, pembangunan dan perbaikan infrastruktur air tidak mungkin dikerjakan sendiri oleh PAM Bandarmasih. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Dinas PUPR yang menangani jalan dan drainase, kepolisian dalam pengaturan lalu lintas, hingga perhubungan untuk memastikan pekerjaan berjalan aman dan tertib.

Pada 2026, pemasangan jaringan perpipaan akan dilakukan secara masif. Pekerjaan ini menuntut koordinasi yang rapi karena menyentuh banyak ruas jalan aktif.

“Kalau tidak dikerjakan bersama, dampaknya bisa ke mana-mana, maka komunikasi jadi kunci,” kata Zulbadi.

Ia juga menekankan standar layanan yang ingin dicapai bukan sekadar air mengalir, tetapi air bersih yang aman. Kategori aman, menurutnya, berarti air tersedia 24 jam penuh di persil pelanggan. Bukan hanya layak secara kualitas, tapi juga konsisten secara durasi.

Baca Juga :  BRC tak Optimal, Wali Kota Banjarmasin Minta Pengolahan Sampah tidak Lagi Jalan di Tempat

Untuk mendukung target tersebut, investasi jaringan perpipaan akan ditingkatkan secara bertahap sepanjang 2026. Setelah itu, pada 2027, fokus pembangunan bergeser ke hulu, termasuk peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan sistem filter di sumber pengolahan.

Menariknya, PAM Bandarmasih juga masih memiliki kapasitas menganggur yang belum dimanfaatkan maksimal. Optimalisasi idle capacity ini menjadi salah satu strategi agar suplai air bisa ditingkatkan tanpa harus langsung membangun instalasi baru yang menelan biaya besar.

Selain itu, penggantian pipa-pipa lama yang sudah tidak optimal terus dilakukan. Langkah ini dinilai efektif untuk menekan kebocoran, meningkatkan tekanan air, dan memperbaiki kualitas layanan, khususnya di Banjarmasin Barat dan Utara yang menjadi prioritas awal.

Zulbadi menegaskan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kontribusi semua pihak. Jika hanya mengandalkan PAM Bandarmasih, kritik pasti muncul. Namun dengan kerja bersama, potensi masalah bisa ditekan sejak awal.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan, pihak swasta, hingga media dinilai krusial untuk mengawal jalannya program strategis ini. Target akhirnya jelas, masyarakat Banjarmasin mendapatkan layanan air bersih yang aman, stabil, dan bisa diandalkan setiap hari. (nug/KPO-3)

Iklan
Iklan