Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

BI Kalsel Dorong Isu Ekonomi Lebih Relevan dan Mudah Dipahami

×

BI Kalsel Dorong Isu Ekonomi Lebih Relevan dan Mudah Dipahami

Sebarkan artikel ini
IMG 20260210 105459
CAPACITY BUILDING - Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Aloysius Donanto saat membuka Capacity Building Jurnalis 2026. (Kalimantanpost.com/yana).

BATULICIN, Kalimantanpost.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan mendorong isu ekonomi lebih relevan dan mudah dipahami.

“Kita ingin isu ekonomi bisa lebih relevan dan mudah dipahami masyarakat,” kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Aloysius Donanto saat membuka Capacity Building Jurnalis 2026 dengan tema “Dari Rumit ke Relevan, Strategi Menyampaikan Isu Ekonomi agar Mudah Dipahami Masyarakat”, Selasa (10/2/2026), di Batulicin.

Kalimantan Post

Aloysius mengungkapkan, tantangan terbesar perekonomian saat ini adalah menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global dan nasional.

Menurutnya, kondisi politik juga memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian Indonesia.

“Stabilitas ekonomi menjadi tantangan utama saat ini. Situasi politik turut memengaruhi arah dan kondisi perekonomian nasional,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya peran jurnalis, khususnya jurnalis ekonomi, dalam melihat relevansi kondisi perekonomian daerah dengan situasi ekonomi regional, nasional, hingga global.

Terlebih menjelang Ramadan, isu ekonomi seperti stabilitas harga, kesejahteraan masyarakat, dan inflasi menjadi perhatian utama publik.

“Menjelang Ramadan, fokus masyarakat tidak jauh dari kestabilan harga, ketersediaan bahan pokok, dan inflasi,” kata Aloysius.

“Di sinilah peran jurnalis sangat penting untuk menyampaikan informasi ekonomi secara relevan dan mudah dipahami,” tambahnya.

Aloysius juga menjelaskan berbagai upaya Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi, melalui koordinasi dengan pemerintah daerah melalui pemantauan harga dan inflasi di seluruh titik pengukuran, serta mendukung kebijakan lainnya, seperti subsidi transportasi komoditas dan penguatan kerja sama antarwilayah.

“Kami membantu mempertemukan daerah yang memiliki surplus komoditas dengan daerah yang membutuhkan,” ungkap Aloysius.

Lebih lanjut, Bank Indonesia berharap para jurnalis mampu menyampaikan isu-isu ekonomi secara lebih sederhana, relevan, dan membangun optimisme di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Emas Antam Kembali Naik

“Diharapkan, teman-teman jurnalis dapat membawa pemahaman ekonomi yang lebih baik, sehingga masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah bisa lebih memahami kondisi ekonomi yang sedang terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Desk Ekonomi dan Bisnis Kompas, Aris Prasetyo mengungkapkab, artikel ekonomi dan bisnis rendahnya minat pembaca, karena kurang menarik.

“Penggunakan jargon terlalu teknis, banyak angka kurang cerita, sehingga tidak menarik,” kata Aris.

Hal ini menjadi tantangan besar bagi jurnalis dan pengelola media agar artikel ekonomi dan bisnis menarik minat pembaca.

“Masalahnya bukan terletak pada subjeknya, melainkan pada cara penyajian dan relevensinya bagi kehidupan sehari-hari,” tambahnya. (lyn/KPO-4).

Iklan
Iklan