Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

DAKWAH DI MADINAH

×

DAKWAH DI MADINAH

Sebarkan artikel ini
Ahmad Barjie B
Ahmad Barjie B

Oleh: AHMAD BARJIE B

AGAMA Islam menemukan lahan yang subur untuk berkembang pesat setelah hijrahnya Nabi Muhammad saw dan para sahabat ke Madinah. Ada beberapa prakondisi yang melatarbelakangi hal ini, diantaranya:

Kalimantan Post

Orang Madinah sendiri sudah lama menantikan adanya pemimpin umat yang mampu menyatukan kelompok-kelompok masyarakat yang selama ini saling cekcok dan terlibat perang saudara, khususnya antara Suku Auz dan Khazraj. Kedatangan Rasulullah SAW diharapkan dapat menghentikan dan menyatukan mereka, dan pada kenyataannya hal itu terwujud. Mereka kemudian dipersaudarakan antara sesamanya dan juga dengan kaum Muhajirin yang hijrah dari Makkah. Mereka kemudian menjadi penopang agama Islam dan belakangan menjadi golongan Anshar yang sangat besar jasanya dalam mempertahankan dan mengembangkan Islam.

Para sahabat yang melakukan hijrah ke Madinah (Muhajirin) terdiri dari orang-orang yang militan sebagai pejuang Islam dan juru dakwah, yang sudah dikaderkan oleh Rasulullah saw sejak dari Makkah, mereka itu sering disebut dengan Al-Sabiqun al-Awwalun. Oleh karena itu dakwah dengan cepat berkembang.

Rasulullah SAW bersama para sahabat berhasil membina masyarakat yang kuat dengan terlebih dahulu membina keimanan, keislaman dan ketakwaan mereka. Nabi saw tidak mendahulukan membangun rumah atau kantor untuk urusan pribadi dan kelompoknya, tetapi lebih dahulu membangun masjid, yaitu Masjid Quba dan Masjid Nabawi. Masjid ini benar-benar dibangun atas dasar taqwa, al-masjidu ussisa ’ala al-taqwa. Karena itu meski saat itu bangunan masjid sangat sederhana, namun perannya dalam pembinaan umat Islam sangat besar. Masjid dijadikan sebagai tempat ibadah, pusat pelatihan militer, pusat pelayanan sosial, perawatan prajurit yang sakit, pusat olahraga dan kesenian, pusat pendidikan dan pengajian agama, sarana administrasi kenegaraan, sampai sebagai tempat berdialog dan menerima utusan-utusan dari luar.

Baca Juga :  Sebuku Sejaka Caol dan Kerakusan yang Bercokol

Umat Islam berangsur makin kuat dan sanggup mempertahankan dirinya secara fisik melalui peperangan. Perang Badr, Perang Uhud, Perang Khandaq/Ahzab dll, adalah beberapa peperangan yang membuktikan kekuatan umat Islam Madinah, sehingga mereka semakin disegani dan ditakuti, tidak saja oleh kafir Quraisy Makkah dan suku-suku sekitar yang belum masuk Islam, tetapi juga oleh kalangan Yahudi Madinah yang tidak senang akan kehadiran Rasulullah dan umat Islam.

Rasulullah SAW mampu menjalin koalisi dengan berbagai suku dan penganut agama di Madinah melalui Piagam Madinah. Dengan jalinan koalisi ini maka ada keterikatan dan perjanjian satu sama lain untuk saling menghormati dan sama-sama menjaga Kota Madinah dari serangan musuh. Meskipun pada akhirnya Piagam Madinah ini dikhianati oleh golongan Yahudi Bani Nadhir, Quraizah dan Qainuqa, yang kemudian mereka terpaksa diserang dan diusir dari Madinah, namun dengan adanya Piagam Madinah ini semakin menunjukkan posisi Rasulullah yang tidak saja sebagai Nabi dan Rasul, melainkan juga sebagai pemimpin politik dan negara.

Di Madinah Nabi SAW berkesempatan untuk lebih berkonsentrasi berdakwah. Apalagi setelah umat Islam menjalin perjanjian damai dengan kaum Quraisy (Perjanjian Hudaibiyah), maka Rasulullah saw lebih proaktif lagi menyiarkan dakwah ke berbagai kawasan jazirah Arab, bahkan sampai ke Romawi dan Persia. Caranya dengan mengirim utusan atau mengirim surat-surat dakwah. Usaha-usaha ini banyak membawa hasil, meskipun ada juga yang belum berhasil. Yang jelas Rasulullah saw sudah membuktikan usaha dakwahnya secara gigih dan optimal.

Dari gambaran di atas, dapat disimpulkan bahwa umat Islam akan maju kuat dan maju pesat apabila ada kekuasaan politik dan ekonomi, ada persatuan dan kesatuan, ada kepemimpinan yang kuat, adanya usaha dakwah yang gigih, dan adanya komitmen untuk menegakkan hukum atau perjanjian yang sudah disepakati. Wallahu A’lam.

Iklan
Iklan