BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Tak ada perasaan gugup didiri kiper Tim nasional (Timnas) Indonesia Maarten Paes saat debut pertama kali membela klub raksasa Ajax Amsterdam saat menghadapi NEC
Nijmegen dalam pertandingan lanjutan Eredivisie Liga Belanda, Minggu (22/2/2026) dinihari WIB.
Paes yang sempat diragukan kemampuannya oleh penggemar Ajax menunjukkan kelasnya dengan melakukan tujuh penyelamatan gemilang. Sayangnya, Ajax harus puas bermain imbang 1-1 melawan Nijmegen.
Bermain sepanjang 90 menit, Maarten Paes melakukan dua lemparan, 27 umpan akurat atau 53 persen dan 61 sentuhan.
Penampilan apik kiper Timnas Indonesia ini pun mendapat rating cukup tinggi dari flashscore 7,8.
Hasil imbang ini, Ajax gagal menggusur NEC dan harus puas diperingkat 4 dengan 43 poin. NEC di posisi 3 juga dengan 43 poin dari 24 kali main.
Berdasarkan statitik pertandingan, Ajax kalah dalam penguasaan bola hanya 48 persen berbading NEC yang 52 persen.
Begitu jumlah tembakan dilakukan pemain Ajax hanya 9 kali dan hanya 4 tepat sasaran, sedangkan NEC melakukan 18 tembakan dan 9 diantaranya tepat sasaran.
Cedera yang dialami penjaga gawang utama Ajax Vitezslav Jaros, hingga akhir musim 2025-2026 membawa keberuntungan buat Maarten Paez menjadi kiper utama dibawah mistar gawang.
Gelandang Kian Fitz-Jim , yang menggantikan kapten Ajax Davy Klaassen di starting lineup, pada menit 2 melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti setelah menerima umpan akurat. Tapi kiper NEC, Gonzalo Crettaz melakukan penyelamatan gemilang untuk menghentikan bola agar tidak masuk ke sudut kanan bawah gawang.
Raksasa Amsterdam itu menunjukkan sedikit kreativitas setelah itu, tapi NEC pelan-pelan mampu mengambil kendali permainan.
Di menit 24, pemain NEC Sami Ouaissa mencetak gol dari jarak dekat setelah bola rebound jatuh tepat ke arahnya, tetapi gol pemain sayap itu dianulir karena offside.
Di menit 32, striker NEC Bryan Linssen menyia-nyiakan peluang satu lawan satu dengan Paes dan berhasil ditepis kiper Indonesia tersebut.
Satu menit kemudian, Kian Fitz-Jim mencegat bola di lini tengah dan memulai serangan Ajax yang membuat Wijndal mengirimkan umpan silang kepada Kasper Dolberg , yang tendangan tumitnya melambung tipis di luar gawang Crettaz.
Pemain andalan Ajax, Mika Godts pada menit 39, memanfaatkan kesalahan ketiga gelandang NEC dan target Ajax, Kodai Sano , dengan mencetak gol ke-13-nya musim ini pada percobaan keduanya di kotak penalti. Ia mengirimkan bola dengan tepat ke sudut kiri bawah dan membuat skor menjadi 1-0.
Di menit 49, pemain NEC, Noe Lebreton mencoba peruntungannya dari tepi kotak penalti, tetapi upayanya ke arah sudut kanan bawah terlalu lemah untuk melewati Maarten Paes, yang dengan mudah menepisnya.
Begitu juga tendangan keras Tjaronn Chery di menit 57 berhasil dihentikan oleh Maarten Paes.
Namun, kiper asal Indonesia itu tidak berdaya menghadapi upaya Darko Nejasmic ketika gelandang Serbia itu menerima bola di dalam kotak penalti dari bola pantul setelah tendangan sudut. Ia mengalahkan kiper dengan tembakan tajam dan gol.
Dua menit kemudisn, pemain NEC Sami Ouaissa melompat tinggi untuk menyundul umpan silang melambung yang bagus ke arah sudut kanan bawah. Sayangnya, sundulan jarak dekatnya kurang bertenaga dan Maarten Paes dengan mudah melakukan penyelamatan.
Begitu juga tembakan pemain NEC Tjarron Chery yang melepaskan tembakan keras ke gawang dari jarak jauh dan memaksa kiper Maarten Paes melakukan penyelamatan gemilang di menit 68.
Lalu di menit 83, pemain NEC, Youssef El Kachati (Nijmegen) melakukan tembakan ke sudut kiri bawah, tetapi Maarten Paes sigap dan melakukan penyelamatan dengan mudah.
Kiper Indonesia, Maarten Paes melakukan penyelamatan krusial di waktu tambahan pada menit 90+3 dengan menggagalkan gol pemain pinjaman Ajax, Ahmetcan Kaplan, dengan refleks cerdas pada sundulan bek Turki yang mengarah ke sudut kiri bawah.
Kedudukan 1-1 bertahan hingga babak kedua berakhir. (ful/KPO-3)















