Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Dinkes Banjarmasin Imbau Warga Waspada Virus Nipah, Belum Ditemukan Ada Kasus

×

Dinkes Banjarmasin Imbau Warga Waspada Virus Nipah, Belum Ditemukan Ada Kasus

Sebarkan artikel ini
IMG 20260207 WA0036 1 scaled e1770469418719

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Virus Nipah. Meski hingga kini belum ditemukan kasus positif di Indonesia, termasuk di Kota Banjarmasin.

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang tergolong emerging disease, yakni penyakit baru yang berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan manusia. Virus ini diketahui berasal dari hewan, terutama kelelawar pemakan buah.

Kalimantan Post

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Banjarmasin, Emma Arisnawati menjelaskan, secara alami Virus Nipah memang dibawa oleh kelelawar buah, namun dapat menular ke manusia melalui berbagai jalur.

“Penularannya bisa terjadi lewat kontak langsung dengan hewan terinfeksi, paparan cairan tubuh penderita, maupun konsumsi makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi,” ujar Emma, Sabtu (7/2/2026).

Ia menyebutkan, masa inkubasi Virus Nipah berkisar antara empat hingga 14 hari setelah terpapar. Pada fase awal, gejala yang biasanya muncul antara lain demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, serta nyeri tenggorokan.

Dalam kondisi yang lebih berat, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan saraf. Penderitanya bisa mengalami pusing berat, rasa kantuk berlebihan, penurunan kesadaran, hingga peradangan otak akut atau ensefalitis yang berisiko fatal.

Emma menegaskan, hingga saat ini metode diagnosis Virus Nipah masih mengandalkan pemeriksaan laboratorium melalui tes PCR. Sementara itu, belum tersedia pengobatan khusus maupun vaksin yang dapat mencegah infeksi ini.

Oleh karena itu, penanganan pasien yang terinfeksi masih bersifat suportif, yakni berfokus pada perawatan untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Dinkes Banjarmasin menilai langkah pencegahan menjadi sangat penting, mengingat posisi geografis Indonesia yang terbuka serta tingginya mobilitas masyarakat antarwilayah dan antarnegara.

Baca Juga :  Pedagang dan Perumda Sepakat Tunda Tarif Sewa Kios Pasar Antasari

Salah satu upaya pencegahan yang ditekankan adalah tidak mengonsumsi nira mentah yang diambil langsung dari pohon, karena berpotensi terkontaminasi cairan tubuh kelelawar.

Selain itu, masyarakat diminta untuk mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi, serta membuang buah yang terlihat memiliki bekas gigitan hewan. Daging ternak juga harus dimasak hingga benar-benar matang.

“Masyarakat sebaiknya menghindari kontak dengan hewan yang tampak sakit, serta membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti rutin mencuci tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker saat merasa tidak sehat,” jelasnya.

Di sisi lain, Dinkes Banjarmasin mengingatkan warga agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami berharap masyarakat bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, gunakan sumber resmi pemerintah sebagai rujukan agar tidak terjebak hoaks,” tegas Emma.

Sebagai langkah antisipatif, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Kesehatan memastikan akan terus melakukan pemantauan dan edukasi kepada masyarakat guna menjaga wilayah tetap aman dari potensi penyebaran Virus Nipah. (nug/KPO-3)

Iklan
Iklan