SAMARKAND, Kalimantanpost.com – Wakil Gubernur Samarkand, Rustam Kobilov, menyampaikan optimisme besar terkait masa depan hubungan bilateral Indonesia-Uzbekistan dalam sebuah wawancara eksklusif Kalimantan Post di sela-sela acara “Pengembangan Kerjasama Wisata Ziarah dan Khatmil Sahih Bukhari Al Falah Ploso” yang digelar di Imam Bukhari International Scientific Research Center, Sabtu (7/2).
Kobilov menegaskan bahwa hubungan kedua negara kini memasuki babak baru dengan berbagai terobosan strategis.
“Jika kita melihat sejarah panjang hubungan kami dengan Indonesia, kita harus menyebut kunjungan Ibrahim Samarkand ke kepulauan Indonesia dan perannya dalam penyebaran Islam di Nusantara,” ujar Kobilov mengawali perbincangan.
Ia juga mengingatkan kembali kunjungan bersejarah Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, ke Samarkand pada tahun 1956 sebagai fondasi persahabatan abadi antara kedua bangsa.
Jejak sejarah ini bukan sekadar kenangan, melainkan menjadi pilar spiritual yang menguatkan hubungan bilateral hingga hari ini.
Peran ulama besar asal Samarkand dalam penyebaran Islam di Nusantara menciptakan ikatan emosional dan spiritual yang mendalam antara masyarakat Uzbekistan dan Indonesia.
Kobilov dengan bangga menyebut beberapa capaian terkini yang menandai era baru hubungan Indonesia-Uzbekistan.
“Pembukaan kompleks Imam Bukhari di Samarkand, pengoperasian penerbangan langsung antara kedua negara, khususnya rute Jakarta-Samarkand, dan program Umrah Plus merupakan indikator nyata bahwa kerja sama ini memasuki tahap baru,” jelasnya.
Kompleks Imam Bukhari yang baru akan segera menjadi magnet bagi wisatawan Muslim dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat penelitian ilmiah tetapi juga sebagai destinasi wisata religi yang menarik.
“Kondisi yang memadai saat ini telah diciptakan di Samarkand untuk wisatawan yang berkunjung dari Malaysia dan Indonesia,” tambah Kobilov, menunjukkan komitmen pemerintah Uzbekistan dalam menyambut wisatawan Nusantara.
Penerbangan Langsung April 2026 Salah satu terobosan paling signifikan yang diungkapkan Kobilov adalah rencana pengoperasian penerbangan langsung dari Indonesia ke Samarkand mulai April 2026.
“Kami saat ini sedang bernegosiasi dengan tiga maskapai: Batik Air, AirAsia, dan Lion Air. Dokumen dua maskapai sedang dalam proses tinjauan oleh pemerintah kami,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah Samarkand telah mencapai kesepakatan penerbangan charter dengan pulau Langkawi, Malaysia, yang semakin memperkuat konektivitas udara di kawasan.
Penerbangan langsung ini diharapkan akan memberikan kemudahan akses bagi wisatawan Indonesia yang ingin mengunjungi situs-situs bersejarah Islam di Uzbekistan.
Kobilov mengungkapkan data kunjungan yang menggembirakan.
“Tahun lalu, lebih dari 61.000 wisatawan, pelaku bisnis, dan mahasiswa dari Indonesia telah berkunjung ke sini. Pada tahun 2026, kami berharap dapat melipatgandakan jumlah ini menjadi tiga kali lipat,” katanya dengan penuh semangat.
Target yang ambisius ini adalah mendorong peningkatan jumlah pengunjung dari Indonesia mencapai 300.000 orang, sebuah rekor baru dalam sejarah pariwisata Uzbekistan. Untuk mencapai target ini, pemerintah Samarkand terus melakukan berbagai persiapan, termasuk penyediaan fasilitas yang ramah bagi wisatawan Muslim.
“Kami juga berencana akan memiliki satu restoran masakan Indonesia di sini pada tahun 2026,” tambah Kobilov, menunjukkan upaya untuk menciptakan lingkungan yang familiar bagi wisatawan Indonesia.
Mengakhiri wawancara, Kobilov menyampaikan undangan khusus kepada masyarakat Indonesia, khususnya umat Muslim, untuk berkunjung ke Samarkand.
“Kami ingin mengundang semua teman Indonesia, umat Islam, dan mitra kami ke Samarkand, ke Uzbekistan,” ujarnya penuh harap.
“Kunjungilah tempat-tempat suci ini, rasakan Samarkand seperti rumah Anda sendiri,” tambahnya dengan nada yang hangat.
Wakil Gubernur Samarkand, Rustam Kobilov perkuat pengembangan kerja sama bilateral Indonesia-Uzbekistan saat menghadiri “Pengembangan Kerjasama Wisata Ziarah dan Khatmil Sahih Bukhari Al Falah Ploso” Sabtu (7/2) di Imam Bukhari International Scientifc Research Center.(Rof/KPO-1)















