Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Opini

Dunia Membutuhkan Kepemimpinan Global yang Membawa Rahmat

×

Dunia Membutuhkan Kepemimpinan Global yang Membawa Rahmat

Sebarkan artikel ini

Oleh : Siti Sabariyah
Aktivis Muslimah

Krisis global yang melanda dunia saat ini semakin menunjukkan kegagalan kepemimpinan internasional berbasis kapitalisme sekuler. Dominasi Amerika Serikat sebagai kekuatan global utama dinilai telah melahirkan berbagai bentuk ketidakadilan, mulai dari intervensi politik dan militer, eksploitasi sumber daya alam, hingga kerusakan lingkungan yang berdampak luas bagi umat manusia, termasuk umat Islam.

Kalimantan Post

Sejumlah laporan media internasional pada awal 2026 menyoroti meningkatnya tekanan Amerika Serikat terhadap Venezuela melalui ancaman militer, sanksi ekonomi, serta penyitaan aset energi. Tindakan tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak karena dianggap melanggar kedaulatan negara dan hukum internasional. Intervensi ini juga dinilai membuka jalan bagi eksploitasi besar-besaran sumber daya alam Venezuela yang berpotensi memperparah krisis iklim dan kerusakan ekologis global.

Perserikatan Bangsa-Bangsa turut mengkritik pola intervensi sepihak yang dilakukan oleh negara-negara besar, termasuk Amerika Serikat. Dalam sejumlah pernyataan resmi, PBB menilai bahwa praktik semacam ini mencerminkan hegemoni global yang mengabaikan keadilan dan kesetaraan antarnegara. Negara-negara berkembang dan dunia Islam sering kali menjadi korban dari sistem global yang timpang tersebut.

Para pengamat menilai bahwa akar persoalan ini bersumber dari ideologi kapitalisme sekuler yang memisahkan nilai moral dan agama dari pengelolaan kekuasaan. Kapitalisme mendorong keserakahan, kompetisi bebas tanpa batas, dan akumulasi kekayaan pada segelintir elite, sementara penderitaan sosial, ketimpangan ekonomi, serta kerusakan lingkungan terus meningkat. Allah SWT telah mengingatkan dalam Al-Qur’an, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS. Ar-Rum: 41).

Dalam pandangan Islam, kepemimpinan sejatinya adalah amanah yang harus dijalankan dengan keadilan dan tanggung jawab. Islam menolak segala bentuk kezaliman dan penindasan, baik terhadap individu, masyarakat, maupun negara. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya seorang imam (pemimpin) adalah pengurus dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang dia urus” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menegaskan bahwa kekuasaan bukan alat eksploitasi, melainkan sarana melayani dan melindungi umat manusia.

Baca Juga :  Al-Qur'an Diturunkan dalam Tujuh Huruf

Islam kaffah menawarkan solusi menyeluruh melalui penerapan sistem kehidupan yang berlandaskan wahyu, mencakup aspek politik, ekonomi, sosial, dan hubungan internasional. Dalam sistem Islam, negara berkewajiban mengelola sumber daya alam untuk kemaslahatan rakyat, bukan untuk kepentingan korporasi atau kekuatan asing. Prinsip ini sejalan dengan firman Allah SWT, “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam” (QS. Al-Anbiya: 107).

Konsep kepemimpinan Islam yang pernah terwujud dalam institusi Khilafah dipandang mampu menghadirkan keadilan dan perlindungan bagi seluruh manusia tanpa memandang agama maupun bangsa. Sejarah mencatat bahwa di bawah kepemimpinan Islam, non-Muslim pun mendapatkan jaminan keamanan, keadilan hukum, serta kesejahteraan sosial.

Dengan semakin jelasnya dampak buruk hegemoni kapitalisme global, wacana tentang kepemimpinan dunia yang membawa rahmat kembali menemukan relevansinya. Islam kaffah dipandang sebagai satu-satunya sistem yang mampu mengembalikan tatanan kehidupan dunia yang adil, bermoral, dan berkelanjutan, sekaligus membebaskan manusia dari kezaliman, kerusakan, dan krisis multidimensi yang terus berulang.

Iklan
Iklan