PALANGKA RAYA, Kalimantanpost.com – Nahdlatul Ulama Kalimantan Tengah menggelar Konfrensi Wilayah XIII, di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Sabtu (14/2/2026).
Agenda dimaksud sebagai forum evaluasi lima tahunan dan penyusunan program kerja baru.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran yang hadir mengatakan, sejak berdiri, NU telah menegaskan diri sebagai penjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah.
“Bahkan sebagai mitra strategis dalam menjaga keutuhan bangsa dan NKRI,” ujar Agustiar Sabran.
Dia menilai, Konferwil menjadi momentum penting untuk memperkuat peran organisasi dalam menjawab tantangan zaman yang terus berkembang.
“Melalui Konferwil ini, mari kita susun program kerja yang profesional dan keputusan strategis untuk memperkuat peran NU sebagai pengayom umat di Kalimantan Tengah,” tegasnya.
Ketua Rois Syuriah PWNU , Chairuddin Halim, menKalteng mengatakan, NU memiliki tanggung jawab di bidang keagamaan sekaligus kebangsaan.
“NU menjaga paham Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dalam akidah, ibadah, dan muamalah, sekaligus berkomitmen mempertahankan kedaulatan negara serta empat pilar kebangsaan,” katanya.
Ketua Tanfidziyah PWNU Kalteng, Wahyudie F Dirun, memaparkan capaian lima tahun terakhir, termasuk penguatan kelembagaan, layanan kesehatan, dan pengembangan pendidikan.
“Konferwil ini adalah bentuk pertanggungjawaban lima tahun kepengurusan serta momentum menyusun arah baru dan memilih kepemimpinan selanjutnya,” tuturnya.
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menekankan pentingnya transformasi dan digitalisasi organisasi agar tetap relevan di tengah perubahan global.
“Kita harus beradaptasi melalui penguatan tata kelola dan pemanfaatan platform digital. Seperti digdaya agar organisasi lebih efektif dan siap menghadapi tantangan dunia yang terus berubah,” tukasnya.
Mengingat strategisnya agenda PWNU itu dihadiri unsur Forkopimda, tokoh NU dan tokoh masyarakat di Kalteng. (drt/ist/KPO-4).















