BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Suasana religius menyelimuti kawasan Jalan Sungai Miai, Sabtu (14/2/2026) sore. Sejak pagi hingga sore hari, ratusan hingga ribuan jamaah dari berbagai kalangan mulai memadati kawasan tersebut dalam rangka memperingati Haul ke-6 Guru Zuhdi.
Arus kedatangan jamaah terlihat terus mengalir. Mereka datang dengan berjalan kaki, sepeda motor, hingga kendaraan roda empat, membuat sebagian ruas jalan melambat. Meski padat, suasana tetap tertib dan penuh kekhidmatan.
Di sepanjang jalan, pemandangan relawan berbagi konsumsi menjadi hal yang mencolok. Berjejer tenda dan lapak sederhana yang menyediakan makanan ringan, air minum, hingga makanan berat gratis bagi para jamaah yang melintas.
Relawan berasal dari berbagai komunitas, majelis, hingga warga sekitar yang secara sukarela ikut ambil bagian. Mereka tampak sigap membagikan makanan kepada jamaah tanpa memandang asal atau latar belakang.
“Silakan diambil, untuk bekal haul,” ucap salah seorang relawan sambil menyodorkan nasi bungkus kepada jamaah yang baru tiba. Interaksi sederhana itu menciptakan suasana hangat di tengah padatnya kerumunan.
Haul Abah Guru Zuhdi tidak hanya menjadi momen doa dan zikir, tetapi juga ajang mempererat kebersamaan umat. Nilai keteladanan almarhum yang dikenal dengan kesederhanaan dan kepedulian sosial kembali terasa kuat dalam peringatan ini.
Sejumlah jamaah mengaku rela datang lebih awal demi bisa mengikuti rangkaian haul dengan khusyuk. Bagi mereka, haul ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk kecintaan dan penghormatan kepada ulama yang berjasa besar bagi umat.
Menjelang sore hari, kawasan Jalan Sungai Miai masih terus dipadati jamaah. Aparat dan relawan tetap bersiaga mengatur arus dan membantu kelancaran kegiatan, memastikan peringatan Haul ke-6 Abah Guru Zuhdi berjalan aman, tertib, dan penuh berkah. (nug/KPO-3)















