KAZAKHSTAN, Kalimantanpost – Langkah nyata penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Kazakhstan diwujudkan dalam rangkaian kegiatan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Dr. Muhammad Fadjroel Rahman, selama kunjungan resminya ke Kyzylorda pada 10–13 Februari 2026.
Kunjungan ke kota penting di bagian selatan-tengah Kazakhstan ini dibuka dengan pertemuan strategis di Korkyt Ata Kyzylorda University, menandai komitmen kedua negara dalam memperdalam kerja sama di bidang pendidikan tinggi, penelitian, serta pengembangan ekonomi berkelanjutan.
Dalam diskusi bersama Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Hubungan Internasional, Buribayeva Mainura Abiltayevna, dibahas rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Korkyt Ata University dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Langkah ini melanjutkan kerja sama yang telah terjalin sebelumnya dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Bina Nusantara (Binus). Kerja sama ini ditujukan untuk mendorong riset kolaboratif, pertukaran akademik, dan inovasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan di kedua negara.
Dubes Fadjroel menekankan pentingnya pendidikan dan riset sebagai fondasi kemitraan jangka panjang. “Pendidikan adalah kunci membangun generasi unggul yang mampu menghadapi tantangan global, khususnya dalam transformasi ekonomi berbasis keberlanjutan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari diplomasi kebudayaan, diselenggarakan kuliah umum bertema “Indonesian Diplomacy” yang dibuka dengan pertunjukan Tari Topeng Bali. Acara ini diramaikan dengan sesi kuis interaktif yang memicu antusiasme mahasiswa, serta promosi program beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) bagi pelajar Kazakhstan yang ingin menempuh studi di Indonesia.
Budaya menjadi jembatan persahabatan melalui demonstrasi Pencak Silat oleh asosiasi lokal, penampilan Ondel-Ondel oleh mahasiswa magang KBRI Astana, serta persembahan musik tradisional “Indonesia Pusaka” dan lagu populer Kazakhstan oleh mahasiswa Indonesia.
Di bidang ekonomi, Dubes bertemu dengan Akim (Gubernur) Kyzylorda untuk membahas potensi kolaborasi di sektor pertanian, khususnya teknologi produksi beras mengingat wilayah ini sebagai lumbung padi utama Kazakhstan. Diskusi juga menyentuh perdagangan, skema free trade, serta inisiatif kota kembar antara Kyzylorda dan daerah di Indonesia.
Pertemuan dengan Atameken membahas peluang peningkatan kerja sama dagang melalui perjanjian Indonesia–EAEU, serta undangan untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia dan Halal Expo Indonesia 2026. Selain itu, Dubes juga bertemu dengan Kaz Petrol guna menjajaki kolaborasi ekspor minyak mentah, kerja sama teknis, dan peluang investasi di sektor energi.
Kunjungan ini menegaskan komitmen Indonesia dalam membangun kemitraan strategis yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada generasi muda sebagai agen perubahan global.(nau/KPO-1)















