Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Olahraga

Ironis, Megawati Hanya Dapat 6 Poin Saat Pertamina Enduro Dihajar Gresik Petrokimia, Setter Tisya Perlu Diganti?

×

Ironis, Megawati Hanya Dapat 6 Poin Saat Pertamina Enduro Dihajar Gresik Petrokimia, Setter Tisya Perlu Diganti?

Sebarkan artikel ini
IMG 20260227 WA0028 1
Pemain Pertamina, Megawati Hangestri Pertiwi. (Kalimantanpost.com/Instagram Pertamina Enduro)

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Setiap kali bermain di kompetisi bola voli Indonesia seperti Proliga atau Livoli, Megawati Hangestri Pertiwi seperti tak bermain di negaranya sendiri. Megatron sangat jarang diberi umpan oleh setter ketika membela klub mana pun. Entah sengaja atau tidak agar kontribusi poin sedikit sekaligus menjadi top.skor.

Kondisi ini pun terjadi saat pemain kelahiran Jember, 26 tahun lalu itu membela Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026. Sempat tampil menyengat diputaran pertama hingga awal putaran kedua. Megawati pun masuk lima besar top skor dalam perolehan poin bersama pemain asing yang tampil di Proliga 2026 hingga pertandingan putaran kedua di Malang.

Kalimantan Post

Sayangnya, saat pertandingan digelar di Bojonegoro, Megawati mulai jarang diberi umpan oleh setter Tisya dan lebih memilih memberi umpan kepada dua pemain asingnya, Yana Shcherban dari Rusia dan Wilma Salas asal Kuba.

Walau pun Megawati sudah melakukan ancang-ancang akan melakukan serangan attack dan back attack, tapi umpan yang diberikan sangat jarang kepadanya. Setter Tisya lebih memilih kepada dua pemain asing Pertamina Enduro, walau pun dua atau tiga kali serangan dilakukan gagal. Barulah setelahn diberikan umpan ke pemain bintang Indonesia, Megawati.

Bisa ditebak, dengan Megawati jarang diberi umpan, Pertamina Enduro dikadali Livin Mandiri yang diperkuat Yolla Yuliana dan kawan-kawan dengan skor telak 3-1 (25-12, 25-20, 15-25, 25-20).

Paling parah terjadi dalam pertandingan krusial antara Pertamina Enduro melawan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia yang berlangsung di GOR Padepokan Voli Jenderal Polisi Sunarto, Kamis (26/2026), setter Tisya di set pertama lebih banyak memberikan umpan kedua pemain asingnya Shcherban Wilma Salas.

Padahal, kedua pemain itu recieve kurang bagus dan sering sasaran servis pemain lawan untuk mendulang poin. Attacknya pun banyak gagal, tapi Tisya tetap memberi umpan keduanya.

Baca Juga :  Banjar Union Martapura Langsung Berbenah Hadapi Liga 4 Kalsel Musim Depan

Ironisnya, di set pertama Megawati tak mendapat satu poin dan ini sangat jarang terjadi seorang spiker yang cukup disegani dan masuk top skor di Liga Voli Korea Selatan nol poin dalam satu set di kompetisi hanya sekelas Proliga Indonesia.

Lebih memprihatinkan lagi, dalam tiga set Megawati hanya mencatatkan 6 poin dari 11 umpan selama 3 set.

Akibat sedikitnya serangan attack maupun back attack dari Megawati membuat Gresik Petrokimia yang hanya mengandalkan dua pemain asingnya, Annie Mitchem asal Amerika Serikan dan Oleksandra Bytsenko dari Ukraina menang telak 3-0 (25-20, 25-20, dan 25-17).

Jadi, melihat beberapa kali penampilan Pertamina Enduro jarangnya memberi umpan ke Megawati strategi pelatih atau memang Tisya yang enggan memberi umpan ke pemain terbaik Indonesia ini.

Apabila di final four nanti, setter Pertamina Enduro jarang memberi umpan ke Megawati dan lebih percaya ke Yana Shcherban serta Wilma Salas, bakal kembali di lumat lawan-lawannya. Pasalnya, kualitas pemain asing dari Gresik Petrokimia, Livin Mandiri dan tim lainnya yang lolos empat besar lebih baik.

Pelatih Pertamina Enduro harus berani ‘menekan’ setter agar membagi bola ke Megawati, Shcherban dan Salas, sehingga lawan tak bisa membaca serangan. Apabila setternya tetap ‘enggan’ membagi bola, tak salahnya setter Tisya ditarik keluar dan diganti dengan toser cadangan.

Pelatih Pertamina Enduro, Bülent Karslıoğlu juga harus belajar dari pelatih timnas voli putri Indonesia di SEA Games 2025, Marcos Sugiyama yang tak memboyong setter senior dan menurunkan toser muda, sehingga Megawati banyak mendapat umpan dan tampil ‘ganas’ bukan hanya menjadi top skor yang juga membawa pulang medali perunggu.

Nah, beranikah pelatih Pertamina Enduro, Bülent Karslıoğlu bersikap seperti itu atau tetap memasang Tisya yang enggan memberi umpan ke Megawati yang resikonya bakal kembali menelan kekalahan di final four sekaligus gagal mempertahankan juara, karena hanya mengandalkan dua pemain asingnya? (ful/KPO-3)

Baca Juga :  Atlet Menembak Putri Kalsel Yasmin Figlia Achdiat Dipanggil Seleknas Asian Games 2026

Iklan
Iklan