Tanjung, KP – Dari sebanyak 324 usulan pembangunan di Kecamatan Kelua yang diusulkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD, warga Kelua prioritaskan pembenahan drainase pasar ikan di desa Telaga Itar.
Hal itu, terungkap saat paparan yang disampaikan Plt. Camat Kelua, Maryanta usai pembukaan Musrenbang Kecamatan tersebut di Kelua, belum lama tadi.
“Kami telah melaksanakan Musrenbang di Kecamatan Kelua, dari 11 desa dan 1 kelurahan ada 324 usualan ke 17 SKPD terkait. Paling prioritas itu ada 3 kegiatan usulan,” ujar Maryanta.
Secara rinci, Maryanta menjelaskan usulan pembangunan atau perbaikan jalan di Perbatasan Masintan – Ampukung dan sudah dipantau oleh SKPD terkait. “Disana ada jalan longsor, sudah ditinjai olah Dinas PUPR Tabalong. Kalau dipaksanakan dengan anggaran Kabupaten terlalu besat, jadi rencananya mungkin (dilakukan) relokasi jalan,” jelasnya.
Kemudian terkait pembangunan Stadion Mini Kelua, hingga pantauan terakhir pihaknya, kondisinya masih memerlukan penanganan lebih lanjut. “Kami lihat jalan masuknya masih berlobang, lintasan atletik belum ada, jadi mungkin itu masuk prioritas. Sudah berbincang dengan pak Bupati agar diselesaikan di tahun ini,” ujar Maryanta.
Terkait usulan pembangunan drainase di Pasar Iwak di Desa Telaga Itar masih belum lancar dan menjadi keluhan warga setempat karena menimbulkan bau tidak enak. “Kami mengharapkam paling tidak tahun ini bisa ditindak lanjuti terkait usulan pembuatan drainase atau pembuangan di Pasar Iwak, disebabkan bau obyek tersebut sangat mengganggu bagi warga,” ujar Maryanta.
Selain usulan pembangunan dan pembenahan infrastruktur, Camat Kelua juga menyampaikan berbagai usulan lainnya terutama dalam mendukung ketahanan pangan seperti bantuan alat pertanian hingga meminta program-program peningkatan keterampilan dan keahlian. “Usulan untuk ketahanan pangan juga ada dari desa Masintan dan Ampukung berupa dukungan alat petanian. Lahan pertanian cukup luas di sini,” ujarnya.
Bupati Tabalong Ir HM Noor Rifani SH ST MT (H Fani), dalam sambutan menegaskan perlunya kolaborasi dan sinergitas semua pihak, termasuk, untuk mewujudkan Kelua sebagai pusat perekonomian di wilayah Selatan.
“Tidak boleh pesimis, tentukan usulan super prioritas, yang menjadi kebutuhan Kelua. Sesuaikan dengan tujuh program prioritas,” demikian tegas H Fani. (ros/K-6)















