Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Ornamen Masjid Bambu Kiram Rusak, PUPR Kalsel Siapkan Perbaikan

×

Ornamen Masjid Bambu Kiram Rusak, PUPR Kalsel Siapkan Perbaikan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260227 222606
MASJID BAMBU - Inilah kondisi Masjid Bambu Bambu di Kiram yang pernah jadi icon Kalsel ternyata membalami kerusakan yang cukup hebat. (Kalimantanpost.com/foto: tangkapanlayar)

BANJARBARU, Kalimantanpost.com – Masjid KH Abdul Qodir Hasan atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Bambu di Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, mengalami kerusakan pada sebagian ornamen bambunya.

Sejumlah bagian bambu dilaporkan terlepas dari rangka dan jatuh ke tanah.

Kalimantan Post

Peristiwa tersebut pertama kali ramai diperbincangkan setelah sebuah video beredar di media sosial TikTok melalui akun @alindra154.

Dalam video tersebut terlihat beberapa potongan bambu berserakan di tanah setelah terlepas dari ikatan di bagian atas bangunan.

Dalam rekaman video itu juga terdengar komentar yang menyayangkan kerusakan pada salah satu ikon wisata religi di kawasan Martapura tersebut.

“Sayangnya, pantas tadi apa yang roboh. Ikonnya Martapura Masjid Bambu,” ujar suara dalam video yang beredar.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan M. Yasin Toyib melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Ryan Tirta Nugraha, membenarkan pihaknya telah mengetahui adanya kerusakan ornamen bambu pada masjid tersebut.

“Benar, kami sudah mengetahui dari video yang tersebar,” ujar Ryan saat dikonfirmasi, Jumat (27/2).

Menurut Ryan, kerusakan tersebut rencananya akan ditangani pada tahun ini melalui program pemeliharaan rutin. Namun, pihaknya masih akan melakukan pembahasan lebih lanjut terkait bagian mana saja yang akan diperbaiki.

“Untuk tahun ini akan ditangani dengan pemeliharaan rutin, khusus Masjid Bambu. Tetapi apa saja yang akan diperbaiki masih akan dikomunikasikan terlebih dahulu dengan pimpinan,” jelasnya.

Ia menambahkan, penggunaan bambu sebagai ornamen bangunan memang memiliki usia pakai yang relatif lebih pendek dibandingkan material lain. Bambu mudah mengalami pelapukan karena terpapar panas matahari dan hujan dalam jangka waktu lama.

Karena itu, pada penanganan selanjutnya pemerintah kemungkinan akan mempertimbangkan penggunaan material lain yang lebih tahan terhadap cuaca, namun tetap mempertahankan tampilan yang menyerupai bambu agar karakter arsitektur masjid tidak berubah.

Baca Juga :  Pemprov Kalsel Dukung DTSEN untuk Bansos Tepat Sasaran

“Nanti kami akan mencari material pengganti yang lebih kuat terhadap paparan matahari dan hujan, tetapi tampilannya tetap mirip dengan bambu,” katanya.

Masjid KH Abdul Qodir Hasan atau Masjid Bambu sendiri diresmikan pada 14 Agustus 2020. Masjid ini dibangun di atas lahan seluas sekitar 7.900 meter persegi dengan anggaran sekitar Rp11,9 miliar.

Dari sisi arsitektur, desain masjid mengadopsi ciri khas Masjid Sultan Suriansyah, masjid tertua di Kalimantan Selatan. Bangunan masjid dibuat dua tingkat, dengan lantai pertama difungsikan untuk area wudhu, toilet, dan teras, sedangkan lantai dua digunakan sebagai ruang utama untuk beribadah. (mns/KPO-1)

Iklan
Iklan