MARTAPURA, Kalimantanpost.com — Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Piranha Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melakukan penanaman 1.000 bibit pohon di Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Sabtu (7/2/2026) sore.
Penanaman pohon ini melibatkan komunitas pecinta alam dan pelajar, yang merupakan rangkaian Aksi Sosial Lingkungan Mapala Piranha sebagai upaya penghijauan sekaligus mitigasi bencana banjir.
Wakil Dekan I FPIK ULM Bidang Akademik, Abdur Rahman, mewakili Dekan FPIK, menjelaskan, penanaman dilakukan di lahan milik Fakultas Perikanan seluas sekitar lima hektare di wilayah Kiram.
“Kita menanam sekitar 1.000 bibit pohon di tanah milik Fakultas Perikanan,” kata Abdur Rahman, di sela kegiatan penanaman pohon.
Abdur Rahman juga mengaku cukup antusias karena melibatkan berbagai organisasi pecinta alam, termasuk siswa dan komunitas lingkungan di luar kampus.
Ia menambahkan, seluruh bibit yang ditanam serta pendanaan kegiatan merupakan dukungan langsung dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ULM.
“Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat berlanjut secara berkesinambungan dengan melibatkan lebih banyak mahasiswa dan masyarakat,” ujarnya.
Selain untuk penghijauan, Abdur Rahman menyebut kawasan tersebut berpotensi dikembangkan sebagai desa binaan, khususnya bagi mahasiswa dan lulusan yang akan terjun ke masyarakat.
“Kami berharap area ini nantinya bisa menjadi tempat pembelajaran lapangan, sehingga mahasiswa memiliki pengalaman sebelum benar-benar terjun ke masyarakat,” tambahnya.
Ketua Mapala Piranha FPIK ULM, Muhammad Furqon, menjelaskan bibit yang ditanam terdiri dari 500 pohon kopi dan 500 pohon buah-buahan.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai kalangan, mulai dari siswa di Banjarbaru, Martapura, hingga Banjarmasin, serta komunitas pecinta alam.
“Tujuan utama adalah mitigasi banjir sekaligus penghijauan di kawasan Kiram. Harapannya, tanaman ini bisa bermanfaat bagi generasi mendatang,” kata Furqon.
Furqon menambahkan, Mapala Piranha berencana melanjutkan kegiatan serupa di masa mendatang, termasuk kemungkinan program penebaran bibit ikan pada tahun berikutnya sebagai bagian dari kegiatan konservasi.
Salah satu peserta, Ahmad Rizki, yang siswa kelas XI SMA Negeri 1 Karang Intan, mengaku senang dapat mengikuti penanaman pohon bersama peserta dari sekolah lain.
“Ini pengalaman pertama ikut kegiatan seperti ini. Seru sekali bisa berkumpul dan menanam pohon bersama SMA lain. Semoga kegiatan seperti ini ada lagi tahun depan,” katanya antusias.
Hal senada disampaikan guru pendamping dari Madrasah Aliyah Sultan Sulaiman, Kaspudin, yang juga merupakan peserta pada kegiatan hari ini.
Menurutnya, kegiatan penghijauan memiliki manfaat besar, terutama bagi generasi mendatang.
“Kegiatan ini sangat berguna untuk masa depan, terutama bagi anak cucu kita. Selain itu, pengalaman seperti ini sangat berharga bagi para siswa dan bisa mereka bagikan kepada teman-temannya,” katanya. (adv/lyn/KPO-4)















